Kondisi Pesisir Selatan Berangsur Normal
Situasi pesisir Cilacap. IST
CILACAP - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi. Badan ini memastikan warga tidak perlu mengungsi ke tempat aman karena saat ini tidak ada ancaman tsunami sama sekali. Selain itu, gempa kuat hingga saat ini belum dapat diprediksi waktu, lokasinya, dan kekuatannya.
"Kepada masyarakat di Cilacap dan sekitarnya, kami informasikan bahwa untuk saat ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan ditakutkan terkait tsunami," ujar Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, Minggu (21/7) kemarin.
Dia hanya meminta warga untuk tetap waspada tanpa merasa takut yang berlebihan. Selain itu juga tidak ada perlunya untuk mengambil tindakan mengunsi. Justru dia mengarahkan warga tetap melakukan aktifitas seperti biasa. "Tidak ada dasar untuk melakukan pengungsian," katanya.
Dia mengatakan, saat ini BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami di Cilacap dan daerah lainnya di Indonesia. Hingga masyarakat tidak perlu takut dan khawatir untuk melakukan berbagai aktivitas di pantai. Termasuk melakukan kegiatan usaha yang berhubungan dengan pantai.
"Tetaplah beraktivitas normal seperti biasa, tetap bekerja, tetap produktif dengan melakukan aktivitas usaha di pantai," katanya melalui siaran pers.
Dia memastikan, BMKG akan selalu memberikan informasi tentang gempa bumi kepada warga secara luas. Demikian juga dengan peringatan dini tsunmai, jika gempa membawa ancaman seperti itu. Informasi ini bisa didapatkan masyarakat melalui berbagai media.
"BMKG selalu siap untuk memberi informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami. Jika memang terjadi gempa yang berpotensi tsunami," kata dia.
Sementara, sejauh ini kondisi pesisir pantai selatan Kabupaten Cilacap berangsur normal. Khususnya pasca isu potensi gempa 8,8 SR berpotensi tsunami pekan lalu.
"Nelayan melaut seperti biasa. Masyarakat juga beraktivitas seperti semula," ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono, Minggu (21/7).
Diakuinya, isu potensi gempa memang sempat membuat masyarakat pesisir khususnya nelayan resah. Tidak sedikit anggotanya yang menanyakan berita potensi gempa 8,8 SR tersebut ke dirinya.
"Beberapa nelayan menanyakan ke kami bagaimana kebenaran kabar tersebut. Saya minta para nelayan untuk tidak panik, dan melaut mencari ikan seperti biasa, karena itu pencaharian mereka," imbuhnya.
Dia meminta, Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui BPBD untuk tidak membuat masyarakat semakin resah dengan kode-kode rumit yang telah membuat situasi semakin runyam.(har/nas/bay)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

