Banner v.2

Korban Terseret Ombak Ditemukan

Korban Terseret Ombak Ditemukan

EVAKUASI : Jenasah korban terseret ombak di Pantai Kemiren Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan, yang hilang sejak Kamis (4/7), akhirnya ditemukan pada hari ke tiga pencarian, Sabtu (6/7). ISTIMEWA CILACAP-Isha Alifan (16), remaja yang terseret ombak saat bermain bersama teman-temannya di Pantai Kemiren Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan, sejak Kamis (4/7) akhirnya ditemukan pada hari ke tiga pencarian, Sabtu (6/7) pukul 13.00. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kepala Basarnas Pos SAR Cilacap, Mulwahyono mengatakan, tim gabungan dari Basarnas, BPBD Kabupaten Cilacap, RAPI Cilacap, dan Relawan SAR Kemiren, Pokdar RW 16 Tegalkamulyan, dan dibantu warga setempat menemukan jenasah korban dengan posisi masih mengapung. "Jenasah korban ditemukan dengan posisi mengapung tidak jauh dari TKP," ujar Mulwahyono, Minggu (7/7). Setelah ditemukan, jenasah korban yang sudah ditunggu pihak keluarga, selanjutnya langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kabupaten Cilacap. "Setelah dari RSUD jenasah langsung diserahkan ke keluarga di Kelurahan Kebon Manis Kecamatan Cilacap Utara," imbuhnya. Dari BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap menyebutkan, gelombang tinggi antara 4 hingga 6 meter masih berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap untuk tiga hari ke depan. Prakirawan BMKG Cilacap, Adnan Dendy Mardika mengatakan, gelombang tinggi masih tejadi karena terdapat pola sirkulasi angin di Samudra Hindia barat Nias dan Perairan Pulan Biak. Pola angin di wilayah utara ekauator umumnya dari tenggara-barat daya dengan kecepatan 4 - 20 knot. Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang tinggi tidak hanya di perairan selatan Cilacap. Tetapi juga berpeluang terjadi di perairan selatan Kebumen, Purworeja hingga Yogyakarta. BMKG menghimbau kepada nelayan untuk memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. "Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," jelasnya. (nas)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: