Banner v.2

Pengembangan Gunung Randu Terkendala Air

Pengembangan Gunung Randu Terkendala Air

GUNUNG RANDU : Pengembangan area Gunung Randu menjadi objek wisata terkendala air. Warga perlu berjalan 500 meter untuk mendapatkan air bersih. ISTIMEWA CILACAP-Pengembangan kawasan Gunung Randu yang berlokasi di Dusun Pulasari Desa Jambusari Kecamatan Jeruklegi menjadi kawasan wisata, menghadapi sejumlah kendala. Selain akses jalan yang masih rusak berat, kendala utama adalah sulitnya mendapatkan air bersih. Koordinator Gerakan Pesona Indonesia Cilacap, Muddasir Faisal Khak yang ikut mendampingi pembukaan lahan Gunung Randu mengatakan, kendala di lokasi adalah air. Karena tidak ada sumber air di Gunung Randu. Selama ini, warga setempat harus berjalan 500 meter ke pabrik karet untuk mendapatkan air bersih. "Kalau dari lokasi wisata ya kisaran 500 meteran," ujar dia, Jumat (14/6). Dia mengatakan, pembangunan embung untuk sumber air, sebenarnya sudah diusulkan oleh warga. Tetapi hingga kini belum pernah ada realisasi. "Jadi baru hanya sebatas rencana saja," ungkapnya. Pembukaan lahan Gunung Randu untuk wisata menurutnya perlu didukung. Karena ini merupakan inisiatif yang bagus dari masyarakat dalam membangun ekonomi desa dari sektor wisata. Selain itu, ini juga untuk memanfaatkan lahan tak terawat selama ini. "Sebelumnya lahan ini seperti hutan tak terawat dengan penuh semak-semak dan berjajar pohon-pohon," kata Muddasir. Motivasi warga Pulusari dalam membangun Gunung Randu menjadi Obwis diharapkan bisa menjadi acuan pemerintah desa untuk mengalokasikan BUMDes nya ke jalur pariwisata. Karena obwis ini diyakini bisa menghasilkan PADes, dan keberlangsungan perekonomian Desa Jambusarii. Sejumlah konsep ditawarkan Obwis Gunung Randu, di antaranya wahana spot view Pulasari, wahana adventure offroad 4x4 dan 4x2, camping dan climbing, homeStay dengan sajian wisata dengan kearifan lokal, dan pesona kuliner Pulasari. "Dengan harga tiket Rp 5.000, tentunya menjadi harga cukup murah untuk mendapatkan pengalaman wisata baru yang unik ini," tandasnya. (nas/din)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: