Puluhan Rumah dan Bangunan di Cilacap Rusak Diterjang Angin Kencang
Angin kencang terbangkan atap bangunan parkiran di belakang SMA N 1 Maos Cilacap.-JULIUS/RADARMAS-
CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Angin kencang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap pada Jumat hingga Sabtu, 24–25 Januari 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap akibat tertimpa pohon tumbang.
Di Kecamatan Wanareja, satu rumah warga di Dusun Cirukem, Desa Cigintung, dilaporkan rusak setelah tertimpa pohon manglid. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Supriyadi mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu sekitar pukul 01.30 WIB.
"Kerusakan terjadi pada bagian atap rumah, kayu penyangga utama patah, dan dinding mengalami retak akibat tertimpa pohon," kata Supriyadi saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).
Ia menjelaskan, hujan yang disertai angin kencang sejak Jumat hingga Sabtu memicu tumbangnya pohon dan menimpa rumah warga.
Petugas UPTD PKBD Majenang bersama Forkopimcam Wanareja telah melakukan peninjauan dan pendataan di lokasi kejadian.
"Warga juga melakukan kerja bakti untuk membersihkan pohon tumbang serta memangkas pohon di sekitar permukiman," lanjut Supriyadi.
Kerusakan rumah juga dilaporkan terjadi di wilayah kerja UPTD PKBD Sidareja. Angin kencang dan pohon tumbang menyebabkan belasan rumah warga rusak di wilayah Bantarsari, Rawajaya, Kamulyan, Bulaksari, Cikedondong, dan Desa Sidaurip.
Di wilayah Cilacap bagian timur, kerusakan rumah akibat angin kencang tercatat di Kecamatan Kroya, Sampang, Adipala, Binangun, dan Maos.
BACA JUGA:Cilacap Sering Disebut Supermarket Bencana, Tingkat Kerawanan Cukup Tinggi
Di Kecamatan Kroya, terdapat tujuh rumah rusak, terdiri atas lima rumah di Desa Gentasari, satu rumah di Desa Kedawung, dan satu rumah di Desa Pekuncen.
Selain itu, kerusakan rumah juga dilaporkan di wilayah kerja UPTD PKBD Cilacap, masing-masing di Kecamatan Kesugihan, Cilacap Tengah, Jeruklegi, dan Kawunganten.
"BPBD Cilacap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk yang masih dapat terjadi, " tandas Supriyadi.
Sementara itu Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo menyampaikan, kecepatan angin permukaan yang terpantau mencapai 30 knot, bahkan di Bandara Tunggul Wulung tercatat hingga 32 knot.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
