Pengembangan Konsep One Village One Product (OVOP)
Pengembangan Konsep One Village One Product (OVOP) melalui Pelatihan Pengemasan dan Branding Produk Kuliner Desa Karangnangka--
Melalui Pelatihan Pengemasan dan Branding Produk Kuliner Desa Karangnangka
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pengembangan desa merupakan salah satu fokus utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Dalam konteks globalisasi, konsep One Village One Product (OVOP) menjadi salah satu strategi yang menjanjikan untuk memaksimalkan potensi lokal desa dan meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.
OVOP mengedepankan produk unik dari setiap desa yang dapat bersaing di pasar lokal maupun internasional. Konsep ini pertama kali diperkenalkan di Jepang dan telah diadaptasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Konsep "One Village One Product" (OVOP) merupakan strategi pengembangan ekonomi lokal yang berfokus pada peningkatan potensi dan keunikan produk unggulan dari suatu daerah.
Konsep ini pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1979 oleh Morihiko Hiramatsu, mantan gubernur Prefektur Oita, dan telah berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana.
Melihat kesuksesan model ini, banyak negara termasuk Indonesia mulai mengadopsi konsep OVOP sebagai bagian dari upaya pengembangan desa dan peningkatan perekonomian lokal.
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Jenderal Soedirman, yang diketuai Prof. Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum dengan anggota Hartati, S.S., M.Hum dan Safrina Arifiani Felayati, M.A. dibantu mahasiswa, mengadakan kegiatan untuk mendukung terciptanya OVOP bekerja sama dengan Ibu-Ibu PKK Desa Karangnangka mengadakan program pengabdian kepada masyarakat dengan judul "Pelatihan Pengemasan dan Branding Produk Kuliner untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Desa Karangnangka" dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pelaku UMKM di bidang kuliner.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah peserta Ibu-Ibu PKK dari Desa Karangnangka yang memiliki usaha kuliner, dengan harapan dapat meningkatkan daya saing produk mereka di pasar.
Pelatihan ini terdiri dari beberapa sesi, termasuk materi tentang teknik pengemasan yang menarik dan sesuai standar, serta strategi branding yang efektif untuk menarik pelanggan. Peserta juga diajak untuk berpartisipasi dalam sesi praktik langsung, di mana mereka dapat mencoba berbagai teknik pengemasan dan merancang branding produk mereka sendiri dengan bimbingan dari para ahli.
Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya pengemasan dan branding dalam bisnis kuliner. Selain itu, peserta juga merasa lebih percaya diri untuk memasarkan produk mereka dengan cara yang lebih profesional dan menarik. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis kuliner UMKM di Desa Karangnangka serta memberikan ciri khas produk kuliner Karangnangka menuju terciptanya OVOP. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

