Banner v.2

Merawat Bahasa Indonesia Melalui Lomba Kebahasaan

Merawat Bahasa Indonesia Melalui Lomba Kebahasaan

BUKA LOMBA. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono membuka Lomba Kebahasaan. -JUNI R/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Banyumas, menyelenggarakan Lomba Kebahasaan Dalam Rangka Memperingati Bulan Bahasa Tahun 2025 yang di gelar di SMP N 2 Purwokerto pada, Selasa, 4 November 2025. Lomba Kebahasaan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kecintaan, dan apresiasi peserta didik terhadap bahasa dan sastra Indonesia. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Joko Wiyono menuturkan, bahasa merupakan identitas suatu bangsa. Merawat bahasa menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama. 

"Hari ini anak-anakku yang hebat, mempunyai empat peran yaitu menjadi pewaris, penerus, pelangsung, dan penyempurna Bahasa Indonesia agar tetap eksis sepanjang massa," ujarnya. 

Lomba Kebahasaan menurutnya, menjadi salah satu ikhtiar dalam merawat Bahasa Indonesia. 

"Mari kita rawat bahasa melalui lomba seperti ini. Kalian punya tanggung jawab merawat dan menjadikan bangga berbahasa Indonesia," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Banyumas Umi Zaenab menuturkan, lomba ini rutin digelar setiap tahun. Ada empat mata lomba yang dipertandingkan yaitu ; menulis cerita, membaca puisi, mendongeng, dan video pembelajaran. 

"Menulis cerita itu ada 117 peserta membaca puisi 114 peserta, mendongeng 86 peserta. Kemudian video pembelajaran 34 guru. Totalnya berarti 350 puluhan peserta," kata dia. 

Ia menuturkan, untuk lomba menulis cerita pelaksanaannya dilakukan bersamaan. Pihaknya memberi kesempatan kepada sekolah yang bisa mengirimkan satu peserta lebih, maksimal dua. 

"Kalau mendongeng karena satu peserta itu tampilannya delapan menitan itu kan butuh waktu yang panjang, maka kami satu sekolah hanya satu siswa. Kalau yang membaca puisi, kebetulan yang dikirimkan ini video jadi memang pesertanya cukup banyak karena apalagi ini membaca puisi itu berjenjang," paparnya. 

Untuk video terbaik di tingkat Kabupaten ini nanti bakal dikirimkan ke Balai Bahasa Semarang untuk final di tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

"Untuk yang guru 34 video itu saya kira juga awal yang bagus, itu karena kesibukan guru luar biasa. Ini sudah meluangkan 34 mudah-mudahan ini awal yang baik menjadi pemicu semangat nanti bagi guru-guru lain untuk juga melaksanakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif," paparnya.

Melalui Lomba Kebahasaan ini ia mengungkapkan, menjadi salah satu sarana untuk menggali potensi dan bakat peserta didik di bidang keterampilan berbahasa. Serta diharapkan, mendorong inovasi dan kreativitas guru bahasa Indonesia. (Ads)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: