Banner v.2

Tukik Kecil, Janji Besar untuk Laut Cilacap

Tukik Kecil, Janji Besar untuk Laut Cilacap

Jumawan (kiri) bersama Spv Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Risky Diba Avrita, menunjukan penyu yang diberi nama Patrik, penyu tersebut diselamatkan Jumawan setelah terdampar dan mengidap penyakit, Rabu (13/8/2-PERTAMINA PATRA NIAGA UNTUK RADARMAS-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID – Upaya pelestarian penyu di konservasi Nagaraja, Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, terus menunjukkan hasil positif. Sejak berdiri pada 2019, penangkaran yang dipimpin Jumawan ini telah mengumpulkan sekitar 7.800 butir telur penyu, dengan 4.000 ekor tukik berhasil dilepasliarkan kembali ke laut.

Jumawan mengungkapkan, pada awal pendirian, tidak semua nelayan mau menyerahkan telur penyu yang mereka temukan. 

“Karena dianggap bernilai ekonomis atau sebagai sumber pangan, mereka lebih memilih menjualnya. Setelah dilakukan pendekatan, barulah sebagian nelayan bersedia memberikan telur kepada kami. Meski begitu, terkadang karena kurangnya pengetahuan, telur tersebut tidak bisa menetas,” jelasnya, Rabu (13/8/2025).

Ia menceritakan, ada nelayan yang mencuci telur penyu agar terlihat bersih saat dijual. Namun, kebiasaan itu justru menurunkan tingkat keberhasilan penetasan. 

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Siap Pasarkan SAF, Dorong Dekarbonisasi Penerbangan Nasional

Untuk mengedukasi masyarakat, pihaknya rutin melakukan patroli dan sosialisasi bahwa keberadaan penyu menjadi indikator kelimpahan ikan di laut. Menurutnya, konservasi penyu adalah investasi jangka panjang. 

“Tukik yang dilepas sekarang baru akan kembali untuk bertelur sekitar 15–20 tahun lagi. Hasilnya memang tidak instan, tapi ini adalah warisan alam untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Jumawan menyebut, perkembangan konservasi ini tak lepas dari dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah sejak akhir 2020. 

“Pertamina membangun fasilitas konservasi di Pantai Sodong, mulai dari pagar, gazebo, ruang penetasan, musala, mess, hingga tempat edukasi. Tahun ini kami mendapat bantuan kolam sentuh untuk penyu hijau dan penyu sisik,” ujarnya.

BACA JUGA:Booth Pertamina di GIIAS 2025, Usung Konsep Energi Ramah Lingkungan Berkelanjutan

Spv Communication and Relation Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Risky Diba Avrita, mengatakan keterlibatan pihaknya didorong kekhawatiran menurunnya populasi penyu akibat perburuan telur liar dan kerusakan ekosistem. 

“Penyu adalah satwa langka yang dilindungi. Cilacap sebagai daerah pesisir menjadi lokasi penting karena menjadi tempat pendaratan penyu. Kami ingin berkontribusi menjaga kelestariannya,” ungkapnya.

Selain menjadi lokasi konservasi, Nagaraja juga berkembang menjadi pusat penelitian dan edukasi. Hampir setiap hari pelajar dari berbagai daerah, bahkan dari Eropa, datang untuk mempelajari konservasi penyu di tempat ini. (dms)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: