Mascafe dan Hejo Buka Kemitraan, Usung Budaya Lokal Siap Ekspansi Nasional
Salah satu brand FnB dari LFC Group yakni Mascafe.- LFC Group untuk Radarmas-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – LFC Group melalui brand food and beverage Mascafe dan Hejo resmi membuka peluang kemitraan. Founder & CEO LFC Group, Lucky Firdaus Chandra, menyampaikan pihaknya siap ekspansi ke berbagai wilayah Indonesia dengan membawa konsep F&B bernuansa lokal.
Mascafe, yang menggabungkan sapaan khas "Mas" dan konsep cafe, menjadikan ikon Banyumas, yakni Bawor sebagai identitas utama. Dengan warna biru sebagai ciri khas, Mascafe hadir berbeda di tengah dominasi warna merah dalam industri kopi. Sedangkan Hejo lahir dari kecintaan sang istri terhadap teh hijau dan budaya Sunda, menghadirkan produk teh dengan nuansa natural.
Mascafe dan Hejo tidak sekadar menawarkan kopi dan teh, tetapi juga menghadirkan gaya hidup serta pengalaman yang lekat dengan budaya dan identitas lokal. Harganya pun ramah di kantong, berkisar antara Rp4.500 hingga Rp14.000.
Dengan visi "Mascafekan Indonesia", sistem kemitraan ditawarkan mulai dari Rp32,5 juta bagi 10 mitra pertama. Fasilitas yang didapat antara lain booth kontainer siap pakai, mesin dan peralatan lengkap, bahan baku awal (1.000 cup), seragam, banner, branding kit, pelatihan tim dan SOP, promosi media sosial, hingga sistem digital untuk monitoring dan support mitra.
Lucky menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan seluruh aspek legalitas, logistik, dan distribusi untuk mendukung mitra. Saat ini Mascafe sudah hadir di Kembaran, Arcawinangun, dan Sumbang. Dalam waktu dekat outlet baru akan dibuka di Karangklesem, Sidaboa, dan Patikraja, dengan target ekspansi ke seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas.
"Respons pasar sangat positif. Kami juga lakukan promosi seperti giveaway dan menghadirkan maskot Bawor keliling dari Baturraden hingga Kota Lama," ungkapnya.
Menu unggulan Mascafe di antaranya coconut mocha, coconut matcha, caffe latte, matcha latte, millo, black currant, lemonade, hingga ice rost. Bulan ini, juga akan diluncurkan varian baru Hot Mascafé. Produk-produk tersebut diklaim memiliki cita rasa khas dengan harga yang terjangkau.
Target pasar menyasar pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. LFC Group juga berencana menggandeng petani kopi lokal dari lereng Gunung Slamet sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM dan petani daerah.
Syarat kemitraan cukup ringan. Lokasi booth harus dekat fasilitas umum, dengan ukuran minimal 2x3 meter. Seluruh pengiriman peralatan difasilitasi LFC Group, dengan ongkos kirim terjangkau dan keamanan terjamin.
"Kami sadar belum sempurna. Tapi kami percaya pada prinsip learning by doing. Saatnya mulai sekarang untuk berkembang bersama," pungkas Lucky. (alw)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

