Banner v.2

Ribuan Ojol Demo Lagi! Potongan Aplikasi Dituding Bikin Makin Sengsara!

Ribuan Ojol Demo Lagi! Potongan Aplikasi Dituding Bikin Makin Sengsara!

Ribuan Ojol Demo Lagi! Potongan Aplikasi Dituding Bikin Makin Sengsara!--

RADARBANYUMAS.CO.ID - Sekitar lima puluh ribu pengemudi ojek online (ojol) dari wilayah Jabodetabek dikabarkan akan menggelar aksi demonstrasi pada Senin siang, 21 Juli 2025. Lokasi demonstrasi tersebut akan berlangsung di sekitar kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Unjuk rasa ini digagas oleh organisasi Garda Indonesia yang menaungi para pengemudi ojol. Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyebut aksi ini diperkirakan melibatkan sekitar 50 ribu pengemudi.

Aksi ini bukan kali pertama dilakukan oleh pengemudi ojol selama tahun 2025 berlangsung. Sejak Januari hingga Juli 2025, para pengemudi ojol tercatat telah beberapa kali melakukan demonstrasi dengan berbagai tuntutan.

Pada 17 Februari 2025, ratusan pengemudi ojol menggelar demonstrasi di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan. Aksi tersebut menyoroti soal kesejahteraan pengemudi ojol, pengemudi taksol, dan kurir yang belum mendapatkan kejelasan hak.

BACA JUGA:800 Driver Ojol Banyumas Raya Gelar Aksi Demo, Tuntut Kejelasan Regulasi

Tuntutan Ojol Tahun 2025

Demonstrasi tersebut juga diiringi aksi off-bid massal atau mematikan aplikasi selama sehari penuh. Salah satu tuntutan yang disuarakan adalah kejelasan soal pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan dari perusahaan platform.

Ketua SPAI, Lily Pujiati, mengatakan pemerintah harus hadir memastikan perusahaan membayar THR kepada pengemudi ojol. Ia menegaskan pihaknya terus menagih janji pemerintah yang berkomitmen mengatur THR bagi ojol, taksol, dan kurir.

Pada 27 Februari 2025, aksi bertajuk Aksi Ojol 272 kembali digelar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya. Aksi ini menyoroti isu tarif, potongan biaya aplikasi, serta kebijakan aplikator yang dianggap merugikan pengemudi.

Namun aksi ini tidak sebesar yang diperkirakan karena hanya dihadiri kurang dari seratus pengemudi ojol. Sebagian komunitas ojol bahkan sempat meragukan kredibilitas ajakan aksi tersebut.

BACA JUGA:Distribusi Beras Bantuan Pemerintah Ditarget Akhir Juli 2025

Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional, Andi Kristiyanto, menilai seruan off-bid dalam aksi ini tidak mendapat dukungan luas. Ia menyebut banyak pihak yang meragukan tujuan aksi karena tidak jelasnya informasi posko aksi.

Pada 20 Mei 2025, sekitar 3.000 pengemudi ojol menggelar aksi di depan Kementerian Perhubungan. Mereka menolak rencana merger Gojek dan Grab yang dinilai berpotensi memonopoli layanan transportasi daring.

Ketua SPAI menyatakan aksi ini berlangsung serentak di berbagai kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, Bandung, hingga Palembang. Selain menolak merger, mereka juga menuntut penghapusan status kemitraan antara pengemudi dan aplikator.

Para pengemudi meminta status mereka diakui sebagai pekerja tetap, bukan sekadar mitra. Selain itu, mereka mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan bagi pengemudi ojol dan kurir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: