Momen Haru Korban, Nyaris Menangis
Salah satu korban, pedagang kacang tanah di Pasar Sumpiuh, Marsiyem (kerudung coklat dan masker merah) dipertemukan dengan terduga pelaku peredaran uang palsu di Mapolsek Sumpiuh, Sabtu (2/7). FIJRI/RADARMAS
SUMPIUH - Marsiyem adalah pedagang yang menjadi salah satu korban dugaan peredaran uang palsu di Pasar Sumpiuh. Ia tidak mampu menahan rasa sedihnya.
Marsiyem mendapatkan uang palsu sebanyak Rp 150 ribu. Terduga pelaku membeli kacang tanah di lapaknya di gedung los B.
"Cari uang itu sulit. Saya berdagang di pasar. Kenapa tega sekali membeli dengan uang palsu," ujar Marsiyem dengan suara bergetar kepada terduga pelaku di Mapolsek Sumpiuh, Sabtu (2/7).
Marsiyem bahkan nyaris menangis. Tidak menyangka bakal menjadi korban terduga pelaku peredaran uang palsu.
Bagi Marsiyem nominal uang tersebut terbilang besar. Berdagang menjadi mata pencaharian keseharian di Pasar Sumpiuh.
"Uang kacang saya dibayar, hutang dulu apa mau bagaimana?" tanya korban.
Mendapatkan pengaduan dari salah korban. Terduga pelaku justru lebih banyak diam mendengarkan.
Korban diantar oleh anggota Koramil 10 Sumpiuh ke Mapolsek Sumpiuh untuk memastikan bahwa terduga pelaku adalah orang membeli kacang tanah padanya.
https://radarbanyumas.co.id/edarkan-uang-palsu-dua-kali-di-pasar-sumpiuh/
Seorang perempuan diamankan oleh Pengelola Pasar Sumpiuh sekitar pukul 08.30. Diduga telah mengedarkan uang palsu ke sejumlah pedagang.
Karena situasi di kantor semakin ramai. Pengelola Pasar Sumpiuh melaporkan kejadian ke Polsek Sumpiuh. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

