Banner v.2

Sendratari Singadipa, Bak 'Mantra' di Kota Lama

Sendratari Singadipa, Bak 'Mantra' di Kota Lama

Tari kolosal bertajuk Kesatria Singadipa bersama 25 penari lainnya, di Taman Sari Kecamatan Banyumas, Rabu (1/6) sore. (DIMAS PRABOWO/RADARMAS) BANYUMAS - Suguhan Sendratari Singadipa oleh maestro lengger Banyumas, Rianto berlangsung spektakuler di Ampiteater, Taman Sari Kota Lama Banyumas, komplek Kantor Kecamatan Banyumas. Kolaborasi apik sebanyak 25 orang penari dari Rumah Lengger serta peserta lolos audisi. Maulidi Harista asal Aceh, Sumatera merupakan salah satu peserta lolos audisi penari yang dihelat Rumah Lengger dan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas. "Bersama-sama membawa budaya kita, Banyumas dan yang lainnya, sampai go internasional. Saya senang menjalankan peran sebagai penari," ujar Aris usai tampil, Rabu (1/6) sore. Erna Sulistyawati Husein, Ibu Bupati Banyumas juga didapuk sebagai penari dalam Sendratari Singadipa. Erna menyatakan sebagai pengalaman yang luar biasa. Bupati Banyumas, Ir H Achmad Husein mengatakan, melihat dengan perasaan bahwa koreografi maestro lengger Banyumas bagus sekali dan indah perkasa serta bisa dinikmati. Terpisah, Iin Wasirah, penonton menyatakan Sendratari Singadipa inspiratif. Warga Desa Kedunguter itu mengaku baru kali pertama datang ke Peken Banyumasan. Gelaran Peken Banyumasan perdana hingga ke empat belum pernah menonton. Dikatakan Iin, adanya flyer yang berisi informasi pertunjukan Rianto memunculkan magnet untuk datang ke Taman Sari. https://radarbanyumas.co.id/rumah-lengger-masih-minim-pengunjung/ Tari kolosal bertajuk Kesatria Singadipa bersama 25 penari lainnya, di Taman Sari Kecamatan Banyumas, Rabu (1/6) sore. (DIMAS PRABOWO/RADARMAS) "Penasaran dengan karya lengger Rianto, datang sama anak yang suka tari juga. Acara ini inspiratif. Terhibur karena ada lucunya dari pelawak Ciblek," papar Iin. Peken Banyumasan berikutnya diharapkan Iin ada kejutan yang lebih menarik lagi dan tambah menghibur. Hampir tiga tahun pandemi Covid-19, panggung hiburan sangat minim. Sehingga, pagelaran seni yang memukau penonton sangat ditunggu-tunggu. Sementara itu, Budayawan Banyumas Yusmanto berharap iklim berkesenian bisa terus berlanjut. Ada kontinuitas. Sebab, Banyumas merupakan kota tua atau kota lama yang harus terus digulirkan. "Banyumas kota lama adalah area perform kebudayaan. Branding kota lama lewat kebudayaan," jelas Yusmanto. Yusmanto menilai peluang pendanaan kegiatan kebudayaan di Kota Lama Banyumas tidak harus mengandalkan APBD. CSR dapat menjadi alternatif. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: