Banner v.2

Perayaan Waisak Ditutup Tumpengan

Perayaan Waisak Ditutup Tumpengan

URI-URI BUDAYA: Acara perayaan Waisak di Vihara Giri Vanaratana diakhiri dengan tumpengan. (FIJRI/RADARMAS) SUMPIUH-Umat Budha di gerumbul Wanarata Desa Banjarpanepen Kecamatan Sumpiuh menutup perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak dengan tumpengan. Ketua Vihara Giri Vanaratana Samikun menjelaskan tumpengan merupakan tradisi turun temurun yang terus dilestarikan oleh umat Budha di gerumbul Wanarata. "Setelah detik-detik Waisak selesai, dilanjutkan dengan tumpengan. Uri-uri budaya," kata Samikun. Sebanyak 60 umat Budha sejak Minggu (15/5) pukul 20.00 malam melakukan puja menyambut Hari Raya Tri Suci Waisak. Umat baca Paritta di Vihara Giri Vanaratana. Baca Paritta dibuat kelompok atau tim secara bergantian. Ada sepuluh tim. "Baca Paritta sampai Senin pagi, jam 06.00. Dilanjutkan puja bakti detik-detik Waisak," kata Samikun. Sementara itu, sebagian Umat Budha di gerumbul Wanarata memilih merayakan Hari Raya Waisak di Borobudur. Satirun mengatakan bersama rombongan sebelas orang berangkat pada Minggu malam pukul 22.00 dari Banjarpanepen ke Borobudur. "Detik-detik Waisak tahun ini bisa ke Borobudur lagi. Setelah dua tahun pandemi corona virus," kata Satirun. Forkompimcam Sumpiuh mencatat terdapat tujuh wihara yang tersebar di tiga desa. Camat Sumpiuh Ahmad Suryanto menyampaikan khususnya Desa Banjarpanepen telah ditetapkan sebagai desa sadar kerukunan. Keberagaman agama menumbuhkan saling toleransi. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang melonggar memungkinan umat beragama lebih leluasa dalam beribadah. "Pemantauan untuk memastikan bahwa umat dapat beribadah dengan aman dan nyaman," kata Ahmad didampingi Kapolsek Sumpiuh AKP Yanto dan Danramil 10 Sumpiuh Kapten Inf Agung Sucipto. https://radarbanyumas.co.id/umat-budha-di-banjarpanepen-sumpiuh-rayakan-tri-suci-waisak/ Terpisah, sekitar 120 umat Budha di gerumbul Plandi Desa Watuagung Kecamatan Tambak juga merayakan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Mertha Bumi. Umat sampai membludag hingga di luar gedung. Ketua Vihara Metha Bumi Tukiran Tuladhamo menyebut pesan Waisak pada tahun ini adalah moderasi beragama untuk membangun kedamaian. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: