Banner v.2

Petani Labu Madu Banyumas Kewalahan Pesanan

Petani Labu Madu Banyumas Kewalahan Pesanan

PANEN: Iqbal memotong batang labu madu. (FIJRI/RADARMAS) TAMBAK-Musim penghujan resiko gagal pada budidaya tanaman labu madu lebih tinggi. Juga, serangan hama. Petani milenial labu madu Iqbal Ma'arif menceritakan pada panen ke dua sampai kewalahan memenuhi permintaan pasar. Sebab, ketersediaan komoditas di pasar tidak maksimal di musim penghujan. "Musim hujan, petani kebanyakan gagal panen labu madu. Sana sini pada minta, sedangkan barangnya sudah tidak ada lagi. Produksi kami juga masih terbatas, kewalahan," kata Iqbal, Jum'at (22/4). Konsumsi labu madu terbesar salah satunya pada momen puasa. Sehingga, pedagang membutuhkan pasokan yang cukup. Akan tetapi, yang terjadi justru kelangkaan barang. Sehingga, harga labu madu mengalami kenaikan. "Kemarin pada panen kedua pas harga labu madu naik. Sesuai hukum ekonomi, banyak permintaan sedangkan barang yang tersedia terbatas," beber Iqbal. Oleh karena itu, usaha labu madu tetap prospek. Selain kompetitor masih jarang. Komoditas labu madu memiliki pasar tertentu namun kebutuhannya besar. Iqbal bersama rekannya, Indra bertahan menekuni budidaya labu madu. Kini, sedang tanam yang ketiga. https://radarbanyumas.co.id/bagi-hasil-pemdes-bantu-pupuk-petani-durian/ Iqbal menyatakan ada banyak hal yang terus dipelajari dari labu madu ini. Agar panen bisa maksimal. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: