Banner v.2

Masih Ada Kue Basah Kedaluwarsa yang Dijual di Pasaran

Masih Ada Kue Basah Kedaluwarsa yang Dijual di Pasaran

KEDALUWARSA : Lapis legit kedaluwarsa yang ditemukan tim Dinkes dan Dinperindag Banyumas dalam pemantauan produk pangan di Banyumas timur, Rabu (20/4). (YUDHA IMAN PRIMADI/RADARMAS) Hasil Pengawasan Tim Gabungan PURWOKERTO - Tim gabungan dari Dinkes dan Dinperindag Kabupaten Banyumas melanjutkan kegiatan intensifikasi pangan jelang Idul Fitri 1443 H di wilayah Banyumas timur, Rabu (20/4). Pantauan Radarmas di salah satu supermarket yang dikunjungi, kue kering dan basah yang membanjiri supermarket jelang momen Idul Fitri tak luput dari pengawasan. Hasilnya, tim menemukan kue basah berwujud lapis legit dimana expired datenya sudah terlampaui hampir dua bulan. Tim Farmakmin Dinkes Kabupaten Banyumas Soeskono mengatakan, timnya bergerak melanjutkan pemantauan ke wilayah Banyumas timur. Yakni di dua supermarket di Kecamatan Sokaraja dan Kecamatan Tambak. Dituturkan, catatan produk bermasalah yang ditemukan dari sisi izin edar, expired date, kemasan rusak dan produk rusak sudah berkurang dibandingkan temuan di Purwokerto. "Di satu supermarket, catatan yang bermasalah hanya untuk delapan produk pangan. Selain kue basah kedaluwarsa, ditemukan juga tepung roti tanpa izin edar dan berbagai susu kaleng yang penyok. Produk kue basah yang diketahui kedaluwarsa wajib ditarik," tuturnya. Soeskono menjelaskan, untuk penemuan produk pangan dengan izin edar yang ditempel, hal itu tidak masalah. Selagi izin edar yang dicantumkan sesuai dengan jenis produk yang dipasarkan. Pemantauan di wilayah Banyumas timur hanya dilaksanakan di dua supermarket, dikarenakan salah satu anggota tim mendadak harus ke luar kota sehingga waktu pemantauan lebih terbatas. "Dari Sumpiuh langsung ke Sokaraja. Tidak sempat ke Kecamatan Banyumas," tuturnya. Kepala Divisi Food, Artono mengatakan, pemantauan produk pangan jelang lebaran dari Dinkes dan Dinperindag baik dan bermanfaat. Pihaknya bisa lebih belajar untuk lebih baik lagi ke depannya dalam menangani produk. Harapannya, tidak lagi ditemukan catatan produk bermasalah. https://radarbanyumas.co.id/ditemukan-izin-edar-palsu-produk-pangan-di-purwokerto/ "Produk-produk yang menjadi temuan akan langsung kami kembalikan ke suplier untuk proses retur," katanya, Rabu (20/4). Artono memastikan, seminggu sekali supermarket melakukan pengecekan. Dari pramuniaga setiap saat menentukan produk-produk yang terlebih dahulu masuk juga harus keluar duluan. "Jika masih ada sebagian produk yang kedaluwarsa, bisa jadi suplier mengirim barang yang sudah mendekati expired," pungkasnya. (yda)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: