Cegah Banjir, Pengelola TPST Sumpiuh Usulkan Parapet
BERSIH-BERSIH: Kerja bakti membersihkan tumpukan sampah dan gelondongan kayu beberapa hari lalu. Sumbatan pada talang mengakibatkan air meluap ke TPST. (FIJRI/RADARMAS)
SUMPIUH - Pada musim penghujan, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Sumpiuh rawan kebanjiran. Terdampak luapan Sungai Angin. Kondisi sungai dangkal dan tanpa tanggul. Luapan air langsung menyerbu bangunan.
"Luapan air cepat sekali. Air baru masuk hanggar. Tiba-tiba sudah langsung tinggi airnya," cerita Ketua KSM Sumpiuh Sutarno, Kamis (24/3).
Oleh karena itu, perlu solusi agar dapat meminimalisasi luapan air ke hanggar. Sebab bencana alam sulit dikendalikan.
"Usul pembangunan parapet sungai di depan TPST," tukas Sutarno.
Banyak aset yang berada di TPST. Ketika kebanjiran mengakibatkan pelayanan pengambilan sampah ke pelanggan tersendat.
Sehingga, parapet dinilai dapat menjadi salah satu alternatif jalan keluar persoalan banjir yang masuk ke TPST. Luapan air dari Sungai Angin dipicu oleh sumbatan sampah pada pilar talang.
TPST kebanjiran bukan baru sekali terjadi. Pada kejadian banjir 2020 lalu, juga terdampak. Peternak magot TPST Suroso menuturkan mengurungkan rencana pembuatan kandang lalat untuk produksi telur di hanggar. Sebab, beresiko.
https://radarbanyumas.co.id/dampak-banjir-mesin-tpst-sumpiuh-mati/
"Rawan banjir begini, susah untuk polah-polah," tandas Roso. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


