Banner v.2

Sadranan, Pertahankan Tradisi Bersih Makam Leluhur

Sadranan, Pertahankan Tradisi Bersih Makam Leluhur

TRADISI: Salah satu keluarga setelah membersihkan makam leluhur kemudian berdo'a lalu menabur bunga. (FIJRI/RADARMAS) SUMPIUH - Tradisi bersih makam leluhur masih dipertahankan oleh warga di Desa Banjarpanepen Kecamatan Sumpiuh. Bersih makam dilakukan setiap Kamis Wage pada bulan Sa'ban. Pagi hari sekitar pukul 06.30 wib Tempat Pemakaman Umum Banjaran mulai ramai. Warga berdatangan membawa peralatan. Seperti, cangkul, sapu lidi, arit. Sarijan Andriyanto dan keluarga menuju makam orang tua dan sesepuhnya. Sudah banyak dedaunan menutupi dan rumput tumbuh subur di sekelilingnya. Makam lalu dibersihkan. Setelah itu, khusyu do'a dipanjatkan untuk mendiang. Terakhir, makam ditaburi bunga. "Bersih makam tidak hanya leluhur dan kerabat sendiri. Makam yang keluarganya tidak datang, kita bersihkan bersama-sama. Kasihan tidak terawat," ujar Sarijan, Kamis (24/3). Bertambah siang, warga yang berdatangan ke makam semakin ramai. Disesuaikan dengan waktu luang masing-masing warga. https://radarbanyumas.co.id/meriah-unggahan-masyarakat-adat-bonokeling-di-pekuncen/ Terpisah, Ketua RW 4 Kasiman menyampaikan Makam Banjaran juga untuk tempat peristirahatan terakhir jenazah dari luar Desa Banjarpanepen. Bersih makam sebagai tradisi turun temurun di bulan Sa'ban. "Pagi bersih makam. Malamnya, dilanjutkan kenduri Sadranan," kata Kasiman di sela aktivitasnya membabat rumput. Kenduri dilakukan di wilayah RT masing-masing. Kenduri membawa ambeng. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: