Intensitas Hujan Bulan Ini Lebih Panjang
BASAH: Pengguna sepeda motor berhenti di pinggir Jalan Supardjo Roestam, Sokaraja untuk mengenakan jas hujan saat hujan lebat turun mendadak. (DIMAS PRABOWO/RADARMAS)
PURWOKERTO - Beberapa waktu belakangan ini, hujan nyaris tiap hari terjadi di daerah perkotaan Purwokerto. Dengan durasi yang cukup lama, bahkan disertai angin dan juga petir.
Sekretaris BPBD Banyumas, Gatot Epri mengatakan jika mengacu pada rilisnya BMKG, puncak musim hujan adalah bulan Februari.
"Yang jelas memang Februari menjadi puncak musim hujan 2022. Ada angin petir itu memang rata-rata seperti itu. Dan durasi lebih lama dibanding yang sebelumnya," kata dia.
Hal ini menjadi kekhawatiran akan terjadinya luapan sungai pada beberapa wilayah seperti pada tahun sebelumnya. Namun, hal tersebut dijelaskan oleh Gatot, jika memang tahun sebelumnya selain karena hujan lebat juga terjadi beberapa faktor pendukung lainnya.
"Tahun-tahun sebelumnya, memang ada buangan juga dari Mrican, ketambahan memang intensitas hujan tinggi. Jadi memang daerah Kebasen ada luapan," katanya.
Ia katakan, kalau sekarang memang belum ada laporan luapan. Kecuali sungai-sungai kecil seperti di Sumpiuh. Ia menambahkan, antisipasi yang dilakukan BPBD Banyumas, dalam kondisi sekarang sudah konfirmasi ke masing-masing Kecamatan untuk siaga.
https://radarbanyumas.co.id/cerita-sugiyo-yang-puluhan-tahun-menjadi-pawang-hujan-sudah-berdoa-maksimal-pun-kadang-hujan-masih-turun/
"Kami sudah lakukan pemetaan daerah rawan bencana. Untuk daerah yang potensi lonsor dan banjir, kalau hujan durasi lebih dari satu jam dan lebat, segera diungsikan. Kita juga ada patroli radio tiap malam, terkoneksi ke beberapa pihak terkait," tandasnya. (mhd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

