Banner v.2

Kurangi Residu, Karyawan TPST Sumpiuh Diminta Lembur

Kurangi Residu, Karyawan TPST Sumpiuh Diminta Lembur

TPST: Salah satu karyawan bersiap pulang setelah jam kerja selesai. FIJRI/RADARMAS SUMPIUH - Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) kerap mengalami adanya sampah midel yang menumpuk. Sampah diantaranya berupa sisa plastik. Selama ini, belum terdapat pengelolaan sampah midel. Sehingga, dibuang sebagai residu ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Kasi Peningkatan Kinerja Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Imam Pamungkas menyarankan, untuk kelompok swadaya masyarakat (KSM) TPST mengatur jam lembur karyawannya. "Cari solusi agar midel tidak hanya dibuang ke TPA. Coba menambah jam kerja atau lembur untuk memilah plastik di sampah midel," saran Imam, Rabu (29/12). Saran tersebut disampaikan pada kegiatan pembinaan karyawan TPST Sumpiuh. Pemilahan plastik untuk mendapatkan nilai ekonomis. Plastik masih dapat dipres. Ketimbang hanya dibuang ke TPA. Sedangkan pengangkutan residu dan masuk ke TPA membutuhkan biaya. Oleh karena itu, dibutuhkan cara agar volume midel dapat ditekan. Frekuensi pembuangan residu ke TPA juga berkurang. https://radarbanyumas.co.id/masih-manual-panen-magot-di-tpst-sumpiuh-lamban-sehari-dua-kuintal-magot/ "Ke depan, kemandirian KSM sangat dibutuhkan. Jadi ketika sampah plastik di midel masih ada alternatif untuk dipilah. Dicoba saja," tukas Imam. Uji coba lembur di sisi lain akan menguntungkan karyawan TPST. Yakni karyawan bertambah penghasilan. Dari pada uang untuk biaya pembuangan residu. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: