DPC Projo Banyumas Tolak PCR Untuk Moda Transportasi
PURWOKERTO - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Banyumas menolak penggunaan tes PCR yang dijadikan syarat untuk melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi.
Hal tersebut dinilai memberatkan rakyat dan tidak pro terhadap pemulihan ekonomi.
Ketua DPC PROJO Banyumas, Joko Prasioko mengatakan penggunaan PCR pada tranportasi seperti di pesawat hanya akan memberatkan rakyatt yang hendak melakuakan mobilisasi.
"Yang dirugikan dengan adanya PCR ini adalah rakyat. Kalau bayar pribadi, biaya pesawat mahal ditambah harus PCR. Kalau nanti digratiskan ya Pemerintah juga yang bayar. Harusnya lebih untuk Bansos dan lain sebagainya," ujarnya.
Ia katakan, PCR cukup di Rumah Sakit saja. Itupun yang menggunakan adalah mereka yang terindikasi.
"Bagi kami, kartu vaksinasi sudah menunjukan sebuah syarat. Kedua juga, protokol kesehatan dijalankan. Syarat itu sudah cukup dan murah," imbuhnya.
https://radarbanyumas.co.id/perjalanan-darat-250-km-pakai-antigen-masih-tunggu-juklak-dan-juknis/
Menurutnya, PCR ini cukup menghambat laju pemulihan ekonomi. Bagi masyarakat kecil, ini sebuah kerugian. Meskipun, harga PCR diatur batas maksimal, namun itu tetap mahal dan rawan disalahgunakan.
"Menurut kami, vaksin harus tetap kita genjot. Dipercepat. Soal PCR, Projo dengan tegas menolak adanya PCR untuk syarat perjalanan moda transportasi. Moto kami adalah Projo Setia digaris Rakyat," tandasnya. (mhd/rdr)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


