Banner v.2

Koleksian Tempo Dulu, Pasaran Barang Kuno Masih Sepi

Koleksian Tempo Dulu, Pasaran Barang Kuno Masih Sepi

TEMPO DULU: Seorang anak melihat kereta mainan tempo dulu di stand barang kuno Festival Kota Lama Banyumas . FIJRI/RADARMAS BANYUMAS - Pandemi corona virus desease telah melumpuhkan nyaris semua sektor usaha. Tidak terkecuali pasar barang kuno. Aris Kuswoyo (42) kolektor sekaligus usaha jual beli barang lawas merasakan dampak signifikan. Pasar barang tua sejak wabah merebak menjadi sepi. "Di masa pandemi, penghobi barang-barang kuno mengesampingkan dulu kesukaannya. Sebab, hobi bukan termasuk dalam kebutuhan primer," ujar Aris di standnya di Festival Kota Lama Banyumas, Minggu (24/10). Permintaan barang kuno turun drastis. Jika dibandingkan pada kondisi normal sebelum adanya wabah. Sepinya pasaran juga memicu fluktuasi harga barang. Aris menyebut sejak pandemi, nyaris tidak ada gelaran acara yang mengangkat tema barang kuno. Adanya Festival Kota Lama Banyumas menjadi angin segar bagi kolektor dan usaha jual beli barang tua. "Dulu sering diadakan acara semacam ini. Sejak pandemi, sepi," imbuh Aris yang berdomisili di Desa Kedungguter Kecamatan Banyumas itu. Barang kuno memiliki pasarnya sendiri. Banyak orang yang menggemari dengan alasan mengenang memori zaman dulu yang tidak lagi ditemukan di masa kini. https://radarbanyumas.co.id/lantunan-musik-klasik-bikin-asyik-nostalgia-bersama-komunitas-analogkerto/ Bahkan meski telah bertahun lamanya berkecimpung dalam dunia barang tua. Aris mengaku kadang baginya seperti tidak masuk akal. Misalnya, ketika ada orang rela mengeluarkan uang dalam jumlah fantastis hanya demi memiliki barang kuno. "Barang yang seperti rongsok ini memiliki fungsi. Tersimpan nilai ekonomis dan menjadi investasi. Kalau tidak mengerti alurnya, akan berpandangan tidak masuk akal," tutur Aris. Dengan turunnya level PPKM darurat di Banyumas. Aris berharap, pasar barang kuno cepat kembali bergeliat. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: