Pengelola Magot TPST Sumpiuh Dibenahi
MAGOT: Komposter UPKP Wilayah Sumpiuh mengayak pupuk bekas magot yang populer disebut kasgot. FIJRI/RADARMAS
SUMPIUH - Pengelola magot di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Sumpiuh berbenah. Menyusul adanya perubahan pada sistem pemilahan sampah.
https://radarbanyumas.co.id/hasil-pengolahan-sampah-di-tpst-3-r-kedungrandu-didominasi-bubur-kompos/
"TPST sudah banyak perubahan. Sampah dari pelanggan tidak lagi menumpuk. Dari magot sendiri juga mengikuti berbenah," kata pengelola magot Roso, Minggu (13/6).
Semua bak magot dikosongkan. Pengelola tengah merubah sistem panen magot. Dari yang mulanya diatur bertahap menjadi panen bersamaan dalam sekali waktu.
Hal tersebut melalui pertimbangan target menghabiskan bubur sampah yang dihasilkan TPST dalam sehari. Bubur sampah digunakan sebagai pakan magot.
"Jadi, bagaimana bisa menyesuaikan volume bubur sampah dengan jumlah magot. Agar bubur sampah setiap hari terkelola ke magot dan hanggar tambah bersih," ujar Roso.
Oleh karena itu, pengelola juga memperbanyak bak magot. Semakin banyak bak maka bertambah bubur sampah masuk ke magot.
Dikatakan Roso penambahan bak magot tidak ditingkat. Sebab, dinilai kurang efektif dalam waktu dan tenaga.
"Membawa bubur magot itu berat. Kesulitan ketika pekerjaan manual harus memasukan pakan ke tingkat," pungkas Roso. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
