Banner v.2

Warga Dua RT di Desa Pekaja, Kalibagor di-Swab

Warga Dua RT di Desa Pekaja, Kalibagor di-Swab

BANYUMAS - Adanya klaster tarawih di Desa Pekaja, Kalibagor membuat dua RT dilakukan tracing. Dari pantauan radarbanyumas.co.id, Jumat (30/4) sejumlah warga menjalani swab test PCR. "Ini ada dua RT yang di swab, termasuk saya juga," kata salah seorang warga, Isro (40). https://radarbanyumas.co.id/dua-klaster-tarawih-di-banyumas-dilaporkan-ke-gubernur-44-orang-di-pekaja-isolasi-mandiri/ https://radarbanyumas.co.id/muncul-klaster-tarawih-tiga-tempat-ibadah-ditutup-di-desa-tanggeran-somagede/ Selain swab massal terhadap sejumlah warga, kawasan dua RT 1 dan 2 RW 2 Pekaja juga disemprot desinfektan oleh petugas BPBD Banyumas. Menurut Isro, kasus awal terjadi klaster tarawih diakuinya memang banyak warga yang tak memakai masker saat salat berjamaah. Dari pantauan, sebuah mushola dan masjid di kawasan tersebut ditutup sementara. Terkait klaster salat tarawih, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyumas, H Akhsin Aedi, sesuai dengan edaran dari Menteri Agama, pihaknya menurunkan tim penyuluh untuk memantau penerapan protokol kesehatan (protokol) selama Ramadhan. "Untuk keseluruhan ada 241 penyuluh yang mengawasi jalannya peribadahan di masjid dan musala yang ada di Banyumas. Sedangkan untuk jumlah masjid ada 2.329 dan musala ada 5.734. Jadi totalnya ada 8.063 yang menggelar salat tarawih," katanya. Pihaknya pun menyesalkan adanya klaster salat tarawih di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor dan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede. Menurutnya, ini menjadi bentuk evaluasi bersama agar pelaksanaan prokes benar-benar diperhatikan. Mulai dari pembatasan jumlah jamaah paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid dan musala. Kemudian pengaturan shaf jamaah berjarak 1 meter dan jamaah membawa sajadah danmukena sendiri. Serta tetap menggunakan masker. Namun, ia mengakui dari hasil pantauan didapati masih ada sejumlah daerah yang tidak menerapkan prokes secara ketat. "Sebagian besar pelanggaran prokes karena jamaah tidak menggunakan masker saat menjalankan salat tarawih," katanya. Ia mengatakan, kesadaran masyarakat menjadi poin penting yang harus disadari bersama. "Pandemi Covid-19 ini tidak akan selesai tanpa peran masyarakat mengikuti anjuran pemerintah," pungkasnya. (ali)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: