Banner v.2

Tes GeNose Dijatah 20 Orang Perhari di Terminal Bulupitu

Tes GeNose Dijatah 20 Orang Perhari di Terminal Bulupitu

GENOSE: Petugas Terminal Bulupitu Purwokerto melakukan deteksi dini Covid-19 dengan alat GeNose secara acak terhadap calon penumpang, Senin (19/4). DIMAS PRABOWO/RADARMAS PURWOKERTO - Terminal Bulupitu Purwokerto kini sudah dilengkapi dengan alat deteksi covid-19 GeNose. Pemeriksaan covid dengan cara ditiup ini baru beroperasi, Senin (19/4). https://radarbanyumas.co.id/penumpang-bus-wajib-tes-covid-terminal-bulupitu-dilengkapi-genose/ Pengelola Administrasi Perkantoran Terminal Bus Bulupitu Purwokerto Yusuf mengatakan, di hari pertama pemeriksaan tidak dipungut biaya. "Tujuan utama pada penumpang. Baik yang datang maupun yang pergi. Satu hari kisaran 10-20," katanya. Tes GeNose di terminal gratis. Terminal Bulupitu dijatah 300 kantong, yang diperkirakan untuk satu bulan. Apabila persediaan sudah menipis, maka akan segera dikomunikasikan dengan pusat. "Ketika ada yang positif, ada beberapa kriteria. Misal hasil dibawah 0,55, maka yang bersangkutan harus istirahat 30 menit," katanya. Sedangakan apabila hasilnya diatas 0,55, maka harus diperiksa ulang pada H+1. Kalau hasilnya positif, lanjut dia, direkomendasikan untuk tidak bepergian dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Seperti halnya pemeriksaan GeNose pada umumnya, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Seperti larangan makan, minum, merokok selama 30 menit sebelum pemeriksaan. "Kalau yang mau tes, sementara ini melalui imbauan," tuturnya. Untuk sementara, pemeriksaan bebas. Tidak hanya untuk yang bertiket saja. Pemeriksaan dilakukan setiap hari pukul 09.00 hingga pukul 11.00. "Kalau kuota sudah terpenuhi, kita tutup," ujarnya. Sedangkan pada pemeriksaan hari pertama kemarin, ada 23 orang dan semuanya negatif. Sementara itu, salah satu yang melakukan tes GeNose, Ikmah Nuryani (29) yang berasal dari agen bus mengatakan, layanan GeNose bagus. Terlebih bagi yang setiap hari harus berjumpa dengan banyak orang. "Jadi tahu apakah tertular atau tidak. Sebab, saya kerjanya ketemu orang dari manapun kumpulnya di sini. Jadi rentan tertular," katanya. Menurutnya, tes GeNose lebih mudah tak seperi rapid tes antigen yang sering dilakukan. "Kalau GeNose baru pernah. Rapid sering. Kalau di terminal ada, pasti selalu ikut," tuturnya. (mhd)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: