Bupati Banyumas: PPKM Jangan Mubazir
PURWOKERTO - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Kemasyarakatan (PPKM) di Kabupaten Banyumas sudah sepekan berjalan. Berarti tinggal sepekan lagi hingga tanggal 25 Januari mendatang. Bupati Banyumas Achmad Husein meminta masyarakat ikut serta mensukseskan kebijakan tersebut. Sehingga PPKM yang dilakukan bisa maksimal dan tidak mubazir.
"Dampaknya akan kelihatan setelah dua pekan. Mudah-mudahan efektif," katanya.
Ia sangat berharap kebijakan pembatasan itu tidak mubazir. Artinya, selama dua pekan pembatasan bisa membuahkan hasil maksimal.
https://radarbanyumas.co.id/keluar-dan-masuk-banyumas-wajib-tunjukkan-hasil-rapid-antigen/
"Tapi ini dampaknya itu nanti satu periode 14 hari, baru nanti kita rasakan. Kalau sekarang kita hanya melihat susasana saja," ucapnya.
Terkait partisipasi masyarakat dalam kebijakan tersebut ia katakan, perlu ditingkatkan lagi. Dan itu mesti dilakukan.
"Harus dimaksimalkan. Jangan sampai mubazir. Kalau tidak maksimal ngapain ada orang kerja di rumah, sementara yang ngantor cuma 25 persen. Karena ini kan untuk kepentingan masyarakat, untuk kita semuanya," terangnya.
Ia meminta, aturan-aturan selama pemberlakuan pembatasan dilakukan. Ia tidak ingin apa yang telah diupayakan selama pembatasan kegiatan kemasyarakatan menguap percuma.
"Kelihatannya ada perubahan. Perlu ditingkatkan, masih jauh. Kita sudah banyak berkorban, tapi jika tidak ada hasilnya gimana," ujarnya.
Terkait kenapa Banyumas menerapkan pembatasan bupati jelaskan, sudah dianalisa dari pusat.
"Iya karena kan pemerintah itu fasilitator dan membuat aturan sama mengamankan aturan. Yang menjalankan masyarakat keseluruhannya dan tujuannya itu dari pemerintah pusat. Dan juga mereka menganalisa disini dibutuhkan PPKM," pungkasnya. (aam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


