Seharian, Bendung Gerak Serayu Didominasi Level Siaga
SIAGA: Elevasi air di Bendung Gerak Serayu (BGS) Rawalo sejak Rabu (13/1) hingga Kamis (14/1) siang didominasi oleh level siaga. Yudha Iman Primadi/Radarmas
PURWOKERTO - Dari catatan data Rumah Jaga Bendung Gerak Serayu (BGS) Rawalo, elevasi air sejak Rabu (13/1) sampai Kamis (14/1) siang didominasi oleh level siaga.
Koordinator Operator Rumah Jaga BGS Rawalo, Ingda mengatakan ketinggian air di BGS sampai Kamis (14/1) siang relatif aman dan masih dalam level siaga. Artinya pada level siaga elevasi air 18.00 ke atas.
"Normalnya itu elevasinya 16.99 ke bawah. Saat elevasi sudah di angka 17.00 sudah masuk level siap," katanya ketika ditemui Radarmas, Kamis (14/1).
https://radarbanyumas.co.id/banjir-di-sumpiuh-warung-dan-kolam-lele-hanyut/
Ingda menjelaskan sejak Kamis (14/1) pukul 01.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB, status ketinggian air di BGS masih bertahan di level siaga. Pada pukul 10.00 WIB, tercatat elevasi 18.70 dengan Q Limpas 1.875,84 meter kubik/ detik. Masih ada kenaikan air sedikit demi sedikit meskipun hanya berapa centimeter dengan posisi 8 pintu air dibuka.
"Kalau hari kemarin (Rabu, red) sebagai pembanding, sempat mencapai puncaknya di level awas. Elevasi air sempat menyentuh angka elevasi 19.00 dengan Q Limpas 1.781,53 meter kubik/detik pada pukul 07.00 WIB," terang dia.
Dilanjutkannya, naik turunnya ketinggian air BGS dipengaruhi oleh curah hujan yang turun di wilayah Purbalingga dan Banjarnegara. Kondisi tersebut dipantau dari Pos Pemantauan Sungai Serayu di Kecamatan Banyumas. Dirinya berpesan kepada masyarakat Banyumas khususnya yang tinggal di bantaran sungai agar selalu waspada.
"Sementara debit air dari Sungai Logawa dan Banjaran kami belum ada pos pemantaunya. Air dari Sungai Logawa dan Banjaran tetap ada pengaruhnya dengan naik turunnya air di BGS," pungkas Ingda. (yda)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


