Banner v.2

Jangan Ada yang Sebatas Mencari Panggung

Jangan Ada yang Sebatas Mencari Panggung

OLAHRAGA: Dr Hananto bersama keluarga rutin gowes bersama menyusuri pelosok Banyumas Covid-19 itu persoalan nyata. Wabah itu juga masih menjadi tantangan di tahun 2021. Semua pihak mestinya bersinergi bersama. Sesuai porsi dan kewenangannya masing-masing. Tapi, ada beberapa catatan buruk di tahun 2020 tentang bagaimana kita bersama menghadapi pandemi Covid-19. Yang paling heboh tentu saja soal kasus korupsi bansos Covid-19 yang kini kasusnya ditangani KPK. "Itu tentu sangat menyedihkan, ada yang tega bermain di atas derita warga sebangsa," ujar Hananto. https://radarbanyumas.co.id/kpk-klaim-lebih-baik-hasil-survei-korupsi-makin-banyak/ https://radarbanyumas.co.id/kasus-covid-19-terus-terjadi-di-banyumas-tim-ahli-sebenarnya-belum-bisa-new-normal/ Namun tak hanya itu. Ketua Umum Keluarga Alumni Pasca Sarjana Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto tersebut mengatakan, ada yang tak kalah menyedihkan. Ialah mereka yang memanfaatkan penanganan Covid-19 ini untuk panggung bagi yang bersangkutan. "Muncul di mana-mana sebagai orang yang selalu peduli Covid-19, tapi mereka tidak konsisten menjalankan program bagaimana menghadapi pandemi ini," ujar Hananto. Soal kerumunan misalnya, Hananto melihat penanganan terhadap persoalan itu tidak komprehensif. Satu kerumunan terkadang ditindak, sementara kerumunan lainnya dibiarkan. Begitu juga dengan yang terjadi di tempat-tempat usaha. Pemerintah kurang melakukan pengawasan langsung. "Di sektor usaha ini yang dilematis memang. Sepi pengunjung menjadi persoalan bagi pengusaha. Tetapi jika ramai pengunjung lalu terjadi kerumunan juga menjadi persoalan karena berpotensi melanggar protokol kesehatan. Tapi saya yakin ada cara untuk mengatur atau mengawasi agar tak terjadi kerumunan. Ini pemerintah perlu konsisten," katanya. Pemerintah juga mesti melakukan evaluasi terkait razia masker. Mungkin terdengar sepele. Tapi ini kemudian menjadi celah. Seringkali, razia itu dilakukan di jam-jam tertentu yang kemudian warga mudah untuk menghafalnya. Termasuk jam-jam kapan yang tidak pernah dilakukan razia masker. "Akhirnya ya kurang efektif. Apalagi sanksinya juga mungkin kurang mengena," kata Hananto. Soal kampanye jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan, bagi Hananto ialah hal yang harus terus digaungkan di tahun 2021. Termasuk sampai pandemi Covid-19 ini benar-benar usai. "Cuci tangan juga harus terus menjadi tradisi. Pandemi ini membuat kita membiasakan hidup bersih. Ini yang harus diteruskan," ujar mantan petinju nasional tersebut. Dalam catatan Hananto, hingga saat ini, pemerintah masih sebatas terus mengkampanyekan protokol kesehatan. Itu bisa dilihat setidaknya dari content berbagai spanduk atau baligho pemerintah. Kita tak melihat ajakan pemerintah agar warga memperhatikan asupan gizi atau ajakan berolahraga untuk menjaga imunitas tubuh. "Ini yang saya sayangkan. Padahal ini juga jadi kesempatan pemerintah untuk mengkampanyekan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Tentu saja, olahraganya ya tetap memperhatikan protokol kesehatan, " ujar Hananto yang menjadi ketua tak kurang dari lima cabang bela diri di Kabupaten Banyumas, dan juga pemegang DAN V karate full body contact kyokushinkai tersebut. (*/dis)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: