Banner v.2

Dapur Umum Hanya Tersisa Satu Pengungsi

Dapur Umum Hanya Tersisa Satu Pengungsi

BANYUMAS - Seminggu lebih didirikan, dapur umum di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, resmi ditutup. Hal itu menyusul surutnya banjir di wilayah tersebut. Masyarakat dianggap sudah bisa menjalankan aktivitasnya kembali. Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Adi Candra mengatakan, mulai Selasa, 3 November 2020 dapur umum Desa Grujugan telah ditutup. Kemudian dapur umum di Desa Sidamulya mulai Rabu sore, 4 November 2020 ditutup. https://radarbanyumas.co.id/banjir-berangsur-surut-pengungsi-sebagian-besar-pulang/ "Dapur umum Tagana dan BPBD di Grumbul Pacarmalang (Desa Sirau) resmi ditutup pada Jumat siang, 6 November 2020 pukul 13.00," katanya, Senin (9/11). Menurut dia, dapur di Desa Sirau merupakan dapur yang ditutup terakhir. Penutupan dilakukan setelah pemantauan kondisi banjir. https://radarbanyumas.co.id/tebing-longsor-di-ajibarang-akses-jalan-tertutup/ Dia mengatakan, selama dibuka banyak bantuan yang datang baik dari komunitas, organisasi masyarakat, perorangan, pengusaha hingga intansi terkait bedatangan. Sehingga selama dibuka dapur umum tidak pernah kekurangan bahan makanan. Meski dapur umum ditutup masih ada tempat pengungsian yang dibuka. Yakni MI Miftahul Ulum, Grumbul Cijeruk. Hal ini lamtaran seorang warga masih mengungsi, karena genangan air di rumahnya belum juga surut. (ali)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: