Petani Durian Terkendala Hama
PELATIHAN: Petani durian di Alasmalang mendapatkan pelatihan penanganan organisme pengganggu tanaman seperti penggerek batang. FIJRI/RADARMAS
KEMRANJEN - Petugas Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (PHP) Banyumas menyimpulkan mayoritas petani durian di wilayah Kecamatan Kemranjen masih terkendala dalam mengendalikan organisme pengganggu tanaman dan penyakit. Sehingga, kecenderungan mengurangi produktivitas petani.
Produktivitas tidak hanya pada bibit. Juga, pada hasil buah menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu, petani durian diminta untuk lebih meningkatkan pemahaman dan teknologi mengenai pengendalian hama dan penyakit.
https://radarbanyumas.co.id/karangreja-dan-karangjambu-didorong-jadi-sentra-kopi-arabika/
https://radarbanyumas.co.id/duh-bibit-durian-di-petarangan-kemranjen-diserang-kutu-sisik-setengah-tahun-tanpa-solusi/
Terlebih pemerintah mendorong petani untuk menerapkan Good Agricultural Practice atau praktek pertanian yang baik. Salah satunya, menekan penggunaan pestisida dalam mengendalikan hama dan penyakit.
"Diharapkan petani durian tidak hanya bisa mengendalikan organisme pengganggu tanaman dan penyakit. Petani juga bisa membuat pengendali sendiri. Agar tidak tergantung pada yang sintesis atau kimia," ujar Anas, Petugas Laboratorium PHP Banyumas, Jumat (16/10).
Dalam kegiatan di kelompok tani durian Alasmalang Kecamatan Kemranjen. Anas menyebut petani dapat memanfaatkan yang ada di sekitar lingkungan sebagai bahan baku untuk membuat pengendali hama dan penyakit.
Sementara itu, di musim penghujan petani durian diminta untuk mewaspadai rontok daun. Perubahan musim dapat memicu gangguan pada tanaman durian.
"Musim kembali lagi ke awal, hujan di Oktober. Di tahun-tahun sebelumnya kemarau lebih panjang, tanaman sudah menyesuaikan diri. Di tahun ini, tanaman adaptasi kembali untuk perubahan musim. Dalam kondisi ini rawan rontok daun," tandas Anas di lokasi.
Terpisah, Ketua Kelompok Tani Durian di Alasmalang Hasan Susanto menyatakan tertarik dengan pembuatan pengendali organisme pengganggu tanaman dan penyakit secara mandiri. Pihaknya berencana memproduksi dalam jumlah besar setelah mendapatkan pelatihan dari Petugas Laboratorium PHP Banyumas yang berkantor di Jatilawang.
"Sebelumnya, bibit durian mengalami kuning daun. Setelah dicoba menggunakan bahan alami yang disarankan petugas dari Laboratorium Jatilawang, bibit kembali hijau dan pertumbuhan lebih cepat," tutur Hasan. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
