Datangi BBWSSO Pertanyakan Embung
EMBUNG: Areal persawahan yang bakal menjadi lokasi embung. FIJRI/RADARMAS
KEMRANJEN -Pemerintah Desa Sirau Kecamatan Kemranjen mendatangi Kantor Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta. Guna mempertanyakan perkembangan pembangunan embung di wilayahnya.
"Sudah bertemu dengan PPK Perencana dan Program BBWSSO, katanya, embung di Sirau sudah masuk dalam rencana strategis. Jadi, pasti dilaksanakan, tinggal menunggu waktunya saja," papar Kepala Desa Sirau Mualliful Khasan, Kamis (8/10).
Perencanaan embung telah rampung. Namun, realisasi masih menunggu ketersediaan anggaran. Dalam proposal tertuang anggaran sekitar Rp 6,2 miliar untuk pembangunan embung.
https://radarbanyumas.co.id/poktan-di-buniayu-klaim-puso-bpp-catat-seluas-7-hektare/
https://radarbanyumas.co.id/krisis-air-bersih-meluas-di-kemranjen/
Walau masih belum terdapat kepastian waktu realisasi embung. Pemerintah Desa Sirau sudah memiliki banyak rencana untuk pengembangan embung.
Sehingga, realisasi embung dapat dikatakan mendesak. Sebab, selain sebagai solusi untuk permasalahan areal persawahan ketika kemarau dan hujan. Juga, untuk mendongkrak pendapatan asli desa.
Pemerintah Desa Sirau telah menyediakan tanah kas desa seluas tiga hektare untuk embung. Lokasi strategis, berada di komplek kantor desa. Sehingga dinilai mampu menggali potensi ekonomi desa.
"Harapannya secepatnya bisa terealisasi karena jawaban dari BBWSSO sudah jelas," kata Alif sembari menunjukan proposal yang berisi detail bangunan embung.
Pada tahun anggaran 2019 lalu, di Desa Sirau terdapat rapat koordinasi pembangunan embung yang dihadiri perwakilan BBWSSSO dan dinas terkait. Pada kegiatan tersebut datang Kepala Desa Wangon Kecamatan Wangon dan Desa Jatiluhur Kecamatan Rowokele yang juga mengusulkan embung. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
