Kata Lembut Mantra Sakti
Anggota DPR RI, Siti Mukaromah saat berbincang dengan Pemred Radar Banyumas, Yudhis Fajar Kurniawan dalam rubrik Rendezvous Radar Banyumas
Yudhis Fajar
Pemred Radar Banyumas
Garis hidup sudah ditetapkan. Tapi, misteri selalu ada. Itu sisi menariknya. Tentang berhasil dan gagal. Atau, sedih dan tertawa. Diantara kedua-duanya, kita selalu punya kesempatan memilih.
Seperti ujaran Immanuel Kant, yang sayup masih kita dengar nukilannya.
Menurut, filsuf Jerman itu : "Bukan hanya semata-mata takdir Tuhan yang mengharuskan kita bahagia, tapi kitalah yang harus membuat diri kita berbahagia." Kita juga terbiasa mendengar dan besar dalam pitutur Jawa. Ngunduh Wohing Pakarti. Sesiapa tak akan memanen, kecuali dari benih apa yang telah dia tanam.
"Kalau saya diajari orang tua dan kyai untuk mengalir saja. Mensyukuri setiap tahapan atau proses hidup," kata Siti Mukaromah. Begitulah disampaikan Siti Mukaromah saat podcast RendezvouS.
Perempuan itu akrab disapa Erma. Dia menjadi tamu perdana RendezvouS. Erma sudah dua periode ini mendapat amanah warga Banyumas-Cilacap. Jadi legislator di Senayan. Jabatan lainnya juga mentereng : Ketua Perempuan Bangsa se bumi Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke. Dari Mianggas ke Pulau Rote.
Sore itu saat di Studio RendezvouS, Erma lama berbincang. Satu jam lebih. Kita setuju berbincang ringan saja, lucu, tapi sebisa-bisanya menginspirasi. Kisah Erma kisah yang sarat makna. Hidup yang diwarnai kegagalan namun berbuah hasil.
Kita familiar dengan sosok Erma sebagai politisi nan rajin turun Dapil. Tapi, siapa sangka, jauh sebelum duduk di kursi wakil rakyat, Erma sudah puluhan tahun tinggal di sekitar Ibu Kota. Erma pernah berkerja di toko perlengkapan kantor. Pernah pula bekerja di pabrik garmen.
Kisah-kisah mendebarkan saat sempat akan 'dibarter' dengan mi instant pun diceritakan Erma. Kejadian itu pahit, dulunya. Tapi saat dikenang lalu muncul ruang untuk mentertawakannya. Segetir apapun, tapi ketika kita mampu melewati, maka pengalaman itu menjadi manis rasanya. Secuil dari kisah Erma, bisa kita tonton di rekaman yang sudah tayang di channel Youtube Radar Banyumas.
https://radarbanyumas.co.id/rendezvous-lahir-kembali/
RendezvouS ialah tempat kita mengenang kembali. Erma juga mengenang masa kecil. Orang tua paling berarti. Dalam memori Erma, tak pernah ada kata larangan bernada membentak. Setiap kata seperti mantra sakti yang dikatakan lembut. Ucapan ialah doa. Erma mempercayainya.
Kisah yang hikmahnya relevan diambil untuk kondisi kekinian. Saat dimana mudah sekali serapah disampaikan oleh orang ke orang. Aroma nyiyir dan nada sumbang gampang dialamatkan pada laku liyan.
Perbedaan lantas menjadi garis pembatas siapa kawan siapa lawan. Padahal keberagaman itu indah. Bahkan, demokrasi juga selalu mengandaikan adanya ruang-ruang untuk berbeda.
Maka selamat menikmati tontonan RendezvouS Radar Banyumas bersama Erma di edisi kali ini. Ada yang lucu, ada yang ' just spending time', ada pula yang penuh makna. Ada pula yang beda. (*)
RENDEZVOUS
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
