Kasus Stunting di Banyumas Capai Angka 16.581
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Banyumas, Erna Husein
BANYUMAS - Meski wilayah Purwokerto dan Banyumas sudah termasuk wilayah yang maju dari segi perekonomiannya, namun pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas masih menemukan sejumlah anak yang mengalami kasus stunting atau biasa dikenal dengan istilah anak menderita gizi buruk.
Data Dinkes Kabupaten Banyumas, menemukan kasus stunting di Kabupaten Banyumas mencapai 16.581 kasus dan khusus di Kota Purwokerto terdapat 1.042 kasus stunting.
https://radarbanyumas.co.id/kpm-pencairan-pkh-dibatasi-di-kemranjen/
"Kekurangan gizi tersebut terjadi sejak bayi berada dalam kandungan, sehingga memberikan dampak anak menjadi lebih mudah sakit, kemampuan kognitif kurang, dan bahkan dalam jangka panjang bisa menimbulkan kerugian ekonomi," jelas ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Banyumas, Erna Husein, Kamis (6/8).
Mengingat kasus stunting merata ia mengajak semua kader PKK untuk ikut terlibat secara aktif dan sistematis dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. Hal ini diharapkan mampu menekan tingginya prevalensi stunting yang ada di Kabupaten Banyumas.
"Kami saat ini membekali kader PKK Kecamatan dan Desa, agar semua kader PKK ikut terlibat aktif, sistematis, dan berkesinambungan dalam pencegahan dan penanggulang stunting yang ada di Banyumas," katanya.
Erna melalui PKK terus berupaya mencegah tingginya angka stunting di wilayahnya. Hal ini sesuai visi dan misi TP PKK melaui pemberdayaan keluarga, untuk memberikan kontribusi terhadap pencegahan stunting.
Menurutnya pelatihan dilakukan secara bertahap dengan protokol kesehatan sehingga dari dilakukan secara bertahap sampai 14 kali pertemuan bagi 738 pengurus dan kader PKK kecamatan, desa dan kelurahan hingga 10 Agustus mendatang.
Erna menjelaskan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak lebih pendek dari usianya.
Erna berharap, pola hidup yang sehat menjadi budaya dan harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Sehingga, menurutnya, akan membantu percepatan penurunan stunting, serta membantu percepatan peningkatan pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM) di Banyumas.
"Dalam menanggulangi stunting secara signifikan ini dibutuhkan kerjasama dan harmonisasi seluruh komponen yang ada di daerah, dalam mendukung program pemerintah agar bisa ditingkatkan, jika kita bergotong royong, Insya Allah lebih cepat dalam menangani kasus stunting," pungkasnya. (ali)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
