Banner v.2

Saldo 30 KPM Masih Nol di Kecamatan Sumpiuh Terkait Program Bantuan Sembako

Saldo 30 KPM Masih Nol di Kecamatan Sumpiuh Terkait Program Bantuan Sembako

BANTUAN : Pendistribusian Program Sembako di wilayah Kecamatan Sumpiuh. ISTIMEWA BANYUMAS-Sedikitnya 30 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Sembako di wilayah Kecamatan Sumpiuh belum dapat mencairkan bantuan sosial pada penyaluran 22 Juni lalu. Bahkan terdapat beberapa keluarga penerima manfaat antara dua hingga empat bulan, yang belum dapat melakukan transaksi. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sumpiuh Kasih Rahmiyati menjelaskan saldo nol dapat disebabkan penerima manfaat dalam satu keluarga memiliki dua kartu. Sehingga kartu tidak memperoleh transfer dari kementerian sosial. Kasih mencontohkan dalam satu keluarga mendapatkan bantuan sosial PKH sekaligus Program Sembako. Maka, untuk dapat difungsikan, keluarga penerima manfaat seharusnya menonaktifkan salah satu kartu. "Pernah terjadi, ada penerima manfaat yang dalam satu keluarga memiliki dua kartu dengan nama berbeda dan jenis bantuan sosial berbeda juga. Pada awalnya tidak mau jujur. Setelah didesak, akhirnya mengaku. Alasannya, takut tidak mendapatkan bantuan lagi ketika salah satu kartu non aktif," papar Kasih, Senin (29/6). Oleh karena itu, dihimbau kepada penerima manfaat yang memiliki dua kartu dalam satu keluarga untuk mengaku. Supaya tidak mempersulit diri sendiri dalam transaksi Program Sembako. Terlebih bagi yang telah lebih dari satu bulan saldo nol. Sebab, kementerian akan mentransfer sekaligus sejumlah bulan yang belum disalurkan. Sehingga, yang pernah terjadi, dalam satu bulan langsung mencairkan lima paket sembako. "Ada penerima manfaat yang di satu waktu dapat lima karung beras, lima kilogram telur dan komoditas lainnya sejumlah lima. Karena saldo nol sampai empat bulan dan di bulan yang ke lima mendapatkan rapelan," rinci Kasih. Kasih juga menghimbau kepada penerima manfaat yang hanya memiliki satu kartu namun saldo nol untuk bersabar. TKSK sudah melaporkan data saldo nol kepada dinas untuk ditindaklanjuti ke kementerian. Kurangnya informasi keluarga penerima manfaat tentang saldo nol berdampak pada kekhawatiran. Diartikan oleh penerima manfaat, saldo nol sama dengan bantuan dihentikan. Oleh karena itu, TKSK selalu berusaha untuk mensosialisasikan. Namun, faktanya, masih ada yang belum mengerti. "Ketika ada penerima manfaat yang saldo nol, selalu tanya kapan saldo diisi. Padahal, TKSK hanya mencatat dan melaporkan, tidak bisa isi rekening. Kementerian yang mentransfer uang bantuan sosial. Jadi, jujur dan bersabarlah," ujar Kasih. Data TKSK Sumpiuh menunjukan dari 30 kartu saldo nol. Terdapat 5 kartu Program Sembako Darurat Covid 19 dan 25 kartu reguler. Di Kecamatan Sumpiuh jumlah keluarga penerima manfaat Program Sembako Darurat Covid sebanyak 2.285 dan reguler 3.974 keluarga penerima manfaat. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: