Banner v.2

Pemkab Matangkan Rencana Beroperasinya Bus Trans Banyumas

Pemkab Matangkan Rencana Beroperasinya Bus Trans Banyumas

AAM/RADARMAS TITIK AWAL TRANS : Potret depan Pasar Pon. Salah satu opsi titik awal Trans Banyumas. PURWOKERTO-Pembahasan terkait rencana adanya Bus Trans Banyumas terus dilakukan. Untuk tarif bus direncanakan sama dengan tarif bus yang saat ini berlaku. Agus Nur Hadie Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas menuturkan, untuk tarif Purwokerto-Ajibarang sekitar Rp 6.000. "Tarif harganya maksimal sama dengan tarif yang sekarang. Sekitar Rp 6.000 kalau Purwokerto-Ajibarang," katanya. Dia menambahkan, saat ini bus Trans Banyumas masih dalam tahapan pembahasan internal antara tiga pilar yakni BIJ, Tron, dan Organda. Setelah ketiga pihak satu suara terkait hitung-hitungan untung rugi, baru pihaknya akan mulai melangkah. "Itu sudah urusan mereka. Nanti setelah hitungan-hitungan bisnis dengan harga sekian jadi, lapor ke saya nanti go," imbuhnya. Selanjutnya, untuk Dinhub berwenang dalam menyediakan sarana dan prasarana lalu lintas pendukung operasional bus Trans Banyumas. "Rekayasanya lalin kita, bus stop, timer kita yang atur," ucapnya. Agus mengakui, pada masa awal masih dijumpai penolakan dari organda. Akan tetapi setelah diberikan edukasi dan pemahaman oleh pihaknya, organda sudah mulai mengerti konsep Trans Banyumas. "Awal-awal kemarin ada penolakan dari Organda. Saya berikan pemahaman dan pengertian," jelasnya. Pihaknya berpandangan, mode transportasi umum mesti berbenah. Citra tidak nyaman, tidak tepat waktu, dan kondisi bus yang terlihat renta juga harus dikikis. Melalui Trans Banyumas Agus menawarkan, apa yang tidak diberikan angkutan umum saat ini. Semua itu nantinya akan ada pada Trans Banyumas. "Sudah zamannya bis itu AC, aman, nyaman. Bus sudah teruji kelayakannya, adem, full musik, bayarnya sama. Dan tepat waktu karena kita atur dengan aplikasi, dan masyarakat dapat mengaksesnya," paparnya. Terkait kondisi bus yang kurang dilirik, Agus menyoroti tidak terlepas dari pelayanan yang diberikan. Jika pelayanannya monoton tidak ada inovasi, maka untuk menaikkan pamor angkutan umum sulit. "Kenapa sepi di Ajibarang karena pelayanan yang diberikan, itu-itu saja," ucapnya. Lebih jauh untuk titik awal Trans Banyumas, pihaknya menawarkan ada dua opsi. Satu di Pasar Pon dan Karanglewas. "Rencana kemarin titik pemberangkatan dari Pasar Pon. Kalau tidak di Karanglewas. Di Pasar Pon ada semacam terminal kecil," pungkasnya. (acd/aam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: