Sudah Hujan, Lahan Desa Prembun Belum Tanam Padi
MEMBAJAK SAWAH : Proses pengolahan tanah sawah yang sebentar lagi memasuki masa tanam. FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS
TAMBAK-Pemerintah Desa Prembun Kecamatan Tambak mencatat areal persawahan seluas 195 hektar sama sekali belum ada yang ditanami bibit padi. Guna meminimalisasi kekhawatiran petani atas ketersediaan air di sawah, maka meminta pengairan dari saluran irigasi Gambarsari dimaksimalkan.
"Saluran irigasi sudah mulai sampai ke Prembun, tapi debitnya belum maksimal. Jadi, kami meminta ke pengairan supaya air bisa lebih banyak lagi ke Prembun. Petani masih ada keraguan kecukupan air ketika akan menggarap sawah," tutur Kepala Desa Prembun Masudi, Senin (6/1).
Menurut Masudi, permintaan tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa mayoritas sawah di Kecamatan Kemranjen dan Sumpiuh sudah tutup tanam. Sehingga, kebutuhan air untuk sawah tidak begitu mendesak. Sebab, intensitas hujan mulai tinggi dapat diandalkan untuk mencukupi kebutuhan air di sawah.
"Pada musim tanam kali ini, petani diupayakan kompak mulai dari semai hingga panen. Supaya meminimalisasi serangan hama dan tidak ragu lagi dalam menggarap sawah," jelas Masudi di Kantor Desa Prembun.
Selain dari irigasi, di Desa Prembun, terdapat dua bendung yang diandalkan untuk mengairi sawah. Yakni bendung Kecepak 3 dan Nayapatok. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
