Kekeringan, Sekolah Terpaksa Beli Air Bersih
KERJA BAKTI: Jumat bersih, siswa melakukan kerja bakti. FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS
SUMPIUH - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Sumpiuh mengalami krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, sekolah membeli setiap dua hari sekali.
"Krisis air bersih sudah terjadi sejak Juni kemarin. Kadang dapat sumbangan air bersih dari PDAM. Tapi beli air juga," kata Gunawan, Koordinator Adiwiyata SMAN I Sumpiuh, Jumat (19/7).
Di SMAN I Sumpiuh terdapat 1042 siswa, 55 guru dan 25 TU yang membutuhkan air bersih selama berada di sekolah. Terlebih jam sekolah berakhir hingga sore hari. Sehingga air menjadi salah satu kebutuhan primer bagi sekolah.
Dikatakan Gunawan, sekolah sudah tidak kurang usaha untuk menjajal membuat sumur. Bahkan lebih dari sepuluh titik sumur telah dicoba. Akan tetapi hasilnya tidak maksimal. Sebab terkendala ketersediaan sumber air.
"Beberapa kali membuat sumur bor. Sampai kedalaman 80 meter tidak ada airnya. Sumur gali yang masih berfungsi ada empat. Debit air sudah sangat menurun. Tidak cukup untuk semua kebutuhan termasuk air toilet. Saat jam beribadah kesulitan untuk wudlu," papar Gunawan. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

