Banner v.2

Petani Cabai Rawit Diminta Waspada Penyakit Mata Kodok

Petani Cabai Rawit Diminta Waspada Penyakit Mata Kodok

Penyuluh BPP Kecamatan Sumpiuh melakukan pengamatan salah satu lokasi penanaman cabai rawit.-FITRIANA UNTUK RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Penyuluh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sumpiuh mengingatkan sepuluh petani zilenial yang sedang menanam tanaman cabai rawit untuk mewaspadai serangan hama penyakit. 

"Lokasi tanaman cabai yang di perbukitan maupun di dataran rendah secara umum sama, waspada hama penyakit karena musim hujan," pesan Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Sumpiuh Fitriana, Rabu (26/11).

Penyakit yang perlu diwaspadai yaitu mata kodok atau bercak daun yang disebabkan oleh jamur serkospora. Curah hujan dan kelembaban yang tinggi di musim penghujan berpengaruh pada perkembangan penyakit ini.

Oleh karena itu, petani zilenial supaya melakukan pemupukan lanjutan untuk tanaman cabai rawit. Juga, sebagai langkah antisipasi serangan bercak daun agar mengaplikasikan fungisida.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, Panen Petani Cabai Kebumen Merosot

Apabila tanaman cabai rawit telah terserang jamur serkospora. Lalu, tidak dilakukan pengendalian maka dapat mengakibatkan kematian. 

"Perkiraan panen tanaman cabai rawit sebelum lebaran 2026 mendatang. Antisipasi terjadinya lonjakan harga," imbuh Fitri. 

Sumpiuh merupakan salah satu dari empat kecamatan di Kabupaten Banyumas yang terpilih sebagai kecamatan berdaya. Program yang digalakan di sektor pertanian yaitu penanaman cabai rawit tersebar di sepuluh titik.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas memberikan bantuan bibit tanaman cabai rawit ke sepuluh petani zilenial. Penyuluh melakukan pendampingan secara intensif. 

BACA JUGA:Kenaikan Harga Telur dan Cabai Picu Inflasi, Kacang Panjang dan Terong Deflasi

Penanaman cabai rawit sejalan dengan Trilas Bupati Banyumas. Langkah antisipatif terhadap lonjakan inflasi akibat harga cabai rawit yang kerap fluktuatif. Misalnya di momen hari raya yang biasanya terjadi harga meroket. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: