Banner v.2

Lagi, Tabrakan Kendaraan di Ruas Kemranjen-Tanggeran

Lagi, Tabrakan Kendaraan di Ruas Kemranjen-Tanggeran

Sepeda motor yang digunakan korban yang tabrakan di ruas Kemranjen-Tanggeran menunggu evakuasi dari warga sekitar .-SYARIF UNTUK RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalan kabupaten ruas Kemranjen-Tanggeran, Minggu (16/11) sekira pukul 09.10 wib. Kali ini tabrakan antara sepeda motor sudah mobil di Desa Alasmalang Kecamatan Kemranjen.

Warga setempat Syarif Hidayat mengatakan titik kejadian masih sama dengan kecelakaan lalu lintas sebelumnya yaitu truk guling dan sepeda motor terjungkal. Di lokasi terdapat lubang yang membahayakan pengguna jalan.

Kejadian bermula ketika pesepeda motor yang berboncengan melaju dari arah utara. Volume kendaraan melintas sedang cukup padat.

"Dari keterangan yang dihimpun, pemotor mengalami gagal mengerem saat melintasi turunan. Sehingga, menabrak mobil di depannya," terang Syarif.

BACA JUGA:Seluruh Peserta Slamet Trail Run Dapatkan Jaminan Kecelakaan dan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan

Warga mengalami kendala dalam evakuasi korban. Disebut Syarif harus mencari pikap terlebih dahulu. Sehingga, membutuhkan waktu relatif lama untuk membawa dua korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hasil pemeriksaan medis bahwa ada indikasi keretakan pada hidung. Imbas wajah korban menghantam kaca mobil bagian belakang hingga pecah. Lalu, memar di bagian lutut.

Sementara itu, pembonceng sepeda motor luka lecet bagian dagu, tangan dan kaki. Sedangkan pengemudi dan penumpang mobil selamat.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, dikatakan Syarif sepeda motor mengalami rusak cukup parah.

BACA JUGA:Diduga Mengantuk, Dua Truk Adu Banteng di Ajibarang

Oleh karena itu, warga mendesak dinas terkait untuk segera melakukan penanganan jalan berlubang. Sebab, sudah kesekian kalinya menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas, pengguna jalan menghindari lubang.

"Ketika ada kecelakaan, warga mendadak cari mobil pikap dulu untuk menolong membawa ke puskesmas. Belum ada fasilitas di daerah rawan ini supaya evakuasi korban bisa lebih cepat," tandas Syarif. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: