Uang Palsu Masih Ditemukan di Pasar Sumpiuh
Pengelola Pasar Sumpiuh menunjukan perbedaan antara uang pecahan Rp 10 ribu asli dan palsu.-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Pengelola Pasar Sumpiuh terkadang masih mendapati uang palsu yang beredar. Hal tersebut merugikan pedagang maupun pengelola.
"Sekecil apapun nominal pecahan uang palsu, itu merugikan kami," tegas Pengelola Pasar Sumpiuh Agus Haryanto, Jum'at (24/10).
Sasaran peredaran uang palsu kebayakan pedagang yan telah berusia lanjut. Mereka cenderung kesulitan untuk mengenali keaslian uang. Terlebih, ketika situasi pasar sedang ramai.
Kelemahan tersebut dimanfaatkan oleh pelaku peredaran uang palsu. Sehingga, uang palsu berhasil untuk membeli barang dagangan dan pedagang yang sudah lanjut usia tidak curiga.
BACA JUGA:Hati-Hati! Inilah 8 Daftar Aplikasi Penghasil Uang Palsu di Play Store
"Kasihan kalau korbannya itu pedagang yang sudah sepuh," sambung Agus.
Pengelola Pasar Sumpiuh kadang menemukan uang palsu di kumpulan uang pembayaran retribusi pedagang. Ketika proses klasifikasi berdasarkan nominal pecahan untuk disetorkan ke kas daerah.
Sesekali, uang palsu lolos saat proses klasifikasi tersebut. Dikatakan Agus, adanya uang palsu baru terdeteksi saat berada di bank untuk disetorkan ke kas daerah.
"Temuan uang palsu kita simpan sebagai arsip. Bisa digunakan untuk edukasi mengenali keaslian uang agar lebih teliti lagi dan waspada," imbuh Agus.
BACA JUGA:Edarkan Uang Palsu di Binangun, Pemuda Asal Cilacap Ditangkap Polisi
Pengelola Pasar Sumpiuh juga kerap melakukan sosialisasi ke pedagang terkait keaslian uang. Pedagang yang sudah usia lanjut lebih diperhatikan sebagai upaya antisipasi tidak terulang menjadi sasaran peredaran uang palsu. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

