Lansia di Pekunden Asyik Membuat Kriya Serat Alam
Warga termasuk yang telah lanjut usia di Desa Wisata Pekunden antusias belajar membuat kriya serat alam, Jum'at (17/10). -FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS - Usia tidak lagi muda bukan halangan bagi Salbiah untuk berkarya. Warga Desa Pekunden Kecamatan Banyumas yang berusia 62 tahun itu antusias belajar membuat produk kriya serat alam.
Meskipun telah lanjut usia, Salbiah mengaku penasaran dengan produk kreatif yang terbuat dari serat alam. Sehingga, terdorong untuk mengikuti kegiatan pelatihan bersama 26 orang warga lainnya yang usianya mayoritas jauh lebih muda darinya.
"Ternyata membuat kriya serat alam seasyik ini. Dari yang tidak tahu apa-apa menjadi tahu caranya. Gedebog pisang yang selama ini kita buang, bisa jadi produk menarik," ujar Salbiah, Jum'at (17/10).
Jemari tangan Salbiah telaten menganyam bahan baku dari serat alam. Didampingi pelatih yang tidak kalah semangat berbagi ilmu dan pengetahuan untuk kemajuan bersama Desa Wisata Pekunden.
BACA JUGA:Tradisi Unduh-Unduh, Harmonisasi Antar Umat Beragama di Kedunguter
Mengisi waktu luang yang produktif menjadi motivasi bagi warga di Desa Pekunden mengikuti pelatihan kriya serat alam. Juga, terselip harapan tambahan penghasilan dari sektor ekonomi kreatif.
Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Bahrudin mengapresiasi warga di Desa Pekunden yang berpartisipasi aktif untuk mengembangkan wisata.
"Perubahan harus dibuat. Pemula terus berlatih dan bereksperimen. Kriya serat alam ini prospek," kata Bahrudin.
Sementara itu, Koordinator Tim Ekraf Pokdarwis Desa Pekunden Tofik Hidayat menyampaikan pelatihan kriya serat alam sebagai langkah penguatan sumber daya manusia di desa wisata. Guna menciptakan produk ekonomi kreatif yang berkualitas.
BACA JUGA:Jamjaneng Terus Hidup Lewat Tradisi Selapanan
Pelatihan kriya serat alam memberikan ruang kepada warga Desa Pekunden untuk bebas berkreasi dalam membuat karya. Sehingga, memperkaya produk untuk dipasarkan.
"Harapannya, Desa Wisata Pekunden bisa menjadi sentra kriya serat alam di wilayah Banyumas. Prospek menarik, di domestik masih jarang dan produk kreatif ini juga potensi ekspor," tandas Tofik. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

