Cuaca Tak Tentu, Petani Memanen Kedelai Lebih Awal
Petani di Kecamatan Tambak memanen kedelai lebih awal sebab khawatir cuaca hujan ketika menunggu tua dan tidak bisa menjemur, Selasa (7/10).-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Petani di Kecamatan Tambak memilih memanen lebih awal tanaman palawija kedelai. Sebab, mempertimbangkan perkiraan cuaca yang sedang tidak menentu.
Petani di Desa Kamulyan Turimin menuturkan di setelah tanam komoditas padi dua kali. Di sisa musim, lahan sawah ditanam palawija. Memasuki umur 70 hari setelah tanam, kedelai secara bertahap dipanen.
"Kalau menunggu sampai panen atau 90 hari, khawatir nanti hujan malah tidak bisa menjemur kedelai, bijinya tumbuh," ujar Turimin, Selasa (7/10) di lokasi.
Panen kedelai lebih awal merupakan upaya antisipasi kerugian. Cuaca buruk, Turiman memilih tidak berspekulasi sampai waktunya panen.
BACA JUGA:Manfaat Susu Kedelai yang Baik Untuk Kesehatan
Turimin setiap pagi memanen kedelai. Di hari berikutnya menjual dalam bentuk matang atau rebusan ke pasar dan melayani permintaan pedagang untuk dijual kembali di wilayah pesisir pantai. Ada juga warga datang ke sawah untuk membeli kedelai yang dipanen lebih awal.
"Jual kedelai rebus langsung dapat hasilnya. Tiap hari tidak tentu, kisaran antara 150 sampai 200 ikat. Harga dari saya seribu rupiah," sambung Turimin.
Turimin menyebut petani di wilayah Kecamatan Tambak bukan hanya dirinya yang tanam kedelai setelah dua kali padi. Di desa lainnya juga kebanyakan melakukan panen lebih awal untuk memperoleh penghasilan.
Ketika kedelai menunggu tua dan dijual kering sebenarnya secara ekonomi juga menguntungkan. Satu kilogramnya kisaran Rp 15 ribu. Namun, disebut Turimin tidak memungkinkan. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
