Banner v.2

Pencairan Pembangunan TPS3R Pangebatan Termin Dua Tersendat

Pencairan Pembangunan TPS3R Pangebatan Termin Dua Tersendat

Selesai dibangun hampir 100 persen, Selasa (2/9), dana termin dua pembangunan TPS3R Desa Pangebatan tak kunjung cair.-YUDHA IMAN/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sudah hampir selesai 100 persen, pencairan dana termin dua pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce/pengurangan, Reuse/penggunaan kembali dan Recycle/daur ulang (TPS3R) Desa Pangebatan sampai hari ini, Selasa (2/9) masih tersendat.

Pantauan Radarmas di TPS3R Desa Pangebatan, Selasa (2/9) pembangunan sudah diatas 90 persen. Pekerjaan pemasangan instalasi listrik dan air bersih belum terealisasi menunggu mesin pencacah dan konveyor dibeli.

Kaur Perencanaan Pemdes Pangebatan, Sukir mengatakan sementara tidak ada pekerjaan di lapangan. Dana pembangunan termin dua yang tak kunjung cair membuat pihaknya belum menyelesaikan pembangunan sampai 100 persen. Meski cepat, tagihan-tagihan material ke toko bangunan belum bisa tuntas dibayarkan.

"Yang belum dikerjakan pintu dan jendela kantor. Yang lain sudah selesai selain pemasangan instalasi listrik dan air bersih," katanya ditemui Radarmas, Selasa (2/9).

BACA JUGA:Pembangunan TPS3R Pangebatan Tunggu Pencairan Termin Dua

Sukir tidak mengetahui persis penyebab belum cairnya dana pembangunan termin dua. Pelaksana pembangunan mempercayakan pengurusan pencairan dana termin dua kepada fasilitator. Ketika termin dua sudah cair barulah pelaksana melanjutkan pembangunan TPS3R sampai 100 persen.

"Harapan kami bulan ini mesin pencacah dan konveyor sudah siap sehingga tidak lama ujicoba oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Hijau Daun bisa berjalan," ungkap dia.

Ketua KSM Hijau Daun Desa Pangebatan, Adi mengaku siap melaksanakan uji coba penggunaan TPS3R Desa Pangebatan. Dengan jumlah pelanggan kurang lebih 200 rumah, pelayanan pengelolaan sampah saat ini masih minimalis dengan residu yang dibakar. Pengambilan sampah pelanggan pun masih menggunakan sepeda motor roda tiga milik desa.

"Kami tidak ikut dalam pembangunan tetapi terlibat di ujicobanya," pungkasnya. (yda)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: