Banner v.2

Kolaborasi Unsoed dan Warga Cilongok Hasilkan Inovasi Pangan Sehat untuk Atasi Stunting

Kolaborasi Unsoed dan Warga Cilongok Hasilkan Inovasi Pangan Sehat untuk Atasi Stunting

Tim PKM Unsoed menanagani stunting bersama warga Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok.-Tim PKM Unsoed untuk Radarmas-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggandeng warga Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, untuk memerangi stunting.

Melalui kolaborasi ini, mereka berhasil menciptakan inovasi pangan sehat berbasis kearifan lokal yang terbukti efektif meningkatkan gizi anak. Inisiatif ini berawal dari keprihatinan terhadap tingginya angka stunting di wilayah Cilongok.

Tim Unsoed, yang merupakan penerima hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek 2025, memulai program dengan memberikan edukasi tentang kesehatan usus, gizi seimbang, dan stunting kepada para ibu dan kader Posyandu.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya gizi bagi pertumbuhan anak. Kami berharap, setelah mendapat pengetahuan ini, para ibu bisa meningkatkan status gizi balita, terutama yang terindikasi stunting,” ujar Rizqi, salah satu perwakilan tim dosen Unsoed.

BACA JUGA:IIDI Kebumen Komitmen Bantu Turunkan Stunting

Program tidak berhenti pada penyuluhan. Tim Unsoed secara aktif mengajak warga untuk berkreasi dengan bahan pangan lokal. Mereka melatih ibu-ibu di Desa Sokawera membuat yoghurt dan biskuit pisang—produk probiotik dan prebiotik yang kaya gizi.

Pelatihan ini juga dibarengi dengan sosialisasi pentingnya sertifikasi produk. Tim PKM menghadirkan narasumber dari BPOM Banyumas dan pendamping halal, memastikan produk yang dihasilkan tidak hanya sehat, tetapi juga aman, terstandar, dan memiliki nilai jual.

Hasil kolaborasi ini melahirkan produk inovasi bernama ‘LoWiPro’ (Local Wisdom-Based Probiotic). Produk fermentasi berbahan dasar lokal ini dirancang khusus untuk menjaga kesehatan mikrobiota usus, yang sangat krusial dalam penyerapan gizi dan pencegahan stunting.

Ana, Ketua Posyandu Kartini 1 sekaligus Ketua PKK Desa Sokawera, menyambut baik program ini.

“Program ini sangat bermanfaat bagi ibu dan balita. Kami berharap ke depannya bisa membantu menurunkan angka stunting di desa kami,” katanya. Produk-produk LoWiPro rencananya akan dipasarkan di desa setempat.

Hal ini tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar. Keberhasilan Desa Sokawera diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan potensi lokal dalam mengatasi masalah kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: