Pedagang di Jalur Selatan Jawa Tengah Tidak Berani Jual Bendera One Piece
Pedagang bendera musiman menunggu pembeli di jalur selatan Jawa Tengah, Senin (11/8). Meski ada calon pembeli bendera one piece, ia tidak menjual.-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Fenomena tren pengibaran bendera one piece muncul di edisi peringatan kemerdekaan RI ke 80 ini. Namun peluang ekonomi tersebut tidak menjadikan pedagang bendera musiman untuk menjualnya.
Pedagang bendera musiman Turimin (56) membeberkan sopir pikap dan truk yang melintas berhenti dan datang ke lapaknya di trotoar jalan protokol Sumpiuh ruas jalan kabupaten. Lalu, bertanya tentang bendera one piece hendak membeli.
"Saya tidak tahu bendera one piece seperti apa bentuk dan gambarnya," kata Turimin, Senin (11/8).
Lantaran tidak mengikuti perkembangan tren bendera one piece pada momen pitulasan 2025 ini. Ia lantas bertanya ke teman terkait seluk beluk cerita one piece dan benderanya.
BACA JUGA:Tanggapi Isu Bendera Bajak Laut, Bupati Cilacap: Masyarakat Jangan Terprovokasi
Tidak berselang lama kemudian, Turimin mengatakan melihat langsung kendaraan melintas terdapat ciri-ciri bendera sebagaimana yang disebutkan oleh teman. Kain warna hitam, gambar tengkorak memakai topi.
"Kata teman, bendera one piece dilarang. Jadi, tidak berani menjual," sambung Turimin yang gelar lapak di jalur selatan Jawa Tengah.
Turimin sejak gelar lapak pada Juli kemarin tidak menyediakan bendera one piece. Meski ada peminat atau calon pembeli, ia mengaku tetap tidak tertarik untuk menjual.
Selain karena ada rasa takut, ia menuturkan telah cukup mencari rezeki dari bendera merah putih berbagai ukuran, umbul-umbul, layur dan ikat kepala. Tidak ada penurunan omset jika dibanding dengan tahun sebelumnya. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

