Banner v.2

Lengger di Memetri Bumi Prembun

Lengger di Memetri Bumi Prembun

MENARI : Dua orang Lengger saat menari dalam acara Memetri Bumi di Desa Prembun, Tambak. FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS TAMBAK - Tradisi Memetri Bumi atau Sedekah Bumi terus dilestarikan oleh petani Desa Prembun Kecamatan Tambak. Bahkan memetri bumi ini yang merupakan tradisi Jawa dijadikan pelajaran muatan lokal dalam pendidikan formal. “Memetri bumi merupakan pertanda memasuki musim tanam padi. Bagi petani, tidak akan melakukan tanam padi sebelum Memetri Bumi dilaksanakan. Walaupun sudah masuk musim tanam dan sudah tersedia air, petani tidak tanam," terang Kepala Desa Prembun Masudi, Rabu (12/9) di lokasi acara. Memetri Bumi bertujuan memohon kemakmuran kepada Tuhan. Melalui tradisi tersebut, diharapkan bumi dan seisinya membawa berkah bagi petani. Memetri Bumi berlangsung di area DAM Kecepak Tiga, lokasi di tengah areal persawahan Desa Prembun. Dalam kegiatan tersebut juga menampilkan pertunjukan lengger. Yang cukup menarik, sekitar 60 siswa SDN Prembun menyaksikan acara memetri bumi. Siswa kelas 4, 5 dan 6 berjalan kaki sepanjang sekitar satu kilometer menuju tempat acara. "Kurikulum 13 mengajak siswa untuk belajar secara langsung. Tradisi Memetri Bumi setiap tahun ada di Prembun," tutur guru kelas di SDN Prembun Heri Suritno. Tradisi tersebut bagian dari kebudayaan Jawa yang perlu dilestarikan. Pada tahun 2018, Memetri Bumi diadakan bertepatan dengan bulan sura atau tahun baru hijriyah. Biasanya pelaksanaan setiap September. "Melihat acara syukuran barit. Nanti ada tugas dari sekolah," kata Andira Lisdiyana, siswa kelas 5 SDN Prembun. (fij)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: