Banner v.2

Nusadadi Dikepung Banjir

Nusadadi Dikepung Banjir

SUMPIUH-Hujan yang mengguyur sejak Minggu (15/10) berdampak pada Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh. Air menggenang di hampir seluruh wilayah desa. Dampak banjir paling parah adalah Grumbul Nusapule. Grumbul tersebut terdapat 14 Kepala Keluarga (KK) dengan 49 jiwa. Ketinggian air sudah mencapai paha orang dewasa. Empat rumah terendam air. Genangan air di Desa Nusadadi berasal dari luapan Sungai Gumelar. Selain itu, akibat tidak berfungsinya tutup kelep Sungai Kedungsampang dan kelep sungai di perbatasan Desa Kedungweru Kecamatan Ayah Kebumen. "Akhirnya Desa Nusadadi terkepung air. Surutnya lama, berhari-hari" ujar Kepala Dusun II Desa Nusadadi Toha Maftuh, Rabu (18/10). Air berkumpul di Desa Nusadadi. Aliran air dari Sungai Gatel juga menyumbang banjir. Sebab, air tersebut justru berbalik menuju desa. Genangan air terjadi sejak Selasa (17/10) malam. Dan debit air terus bertambah menyerbu 16 RT di Desa Nusadadi. "Melihat cuaca, hujan deras sekitar lima jam dapat berakibat banjir lebih parah. Apalagi jika dari atas juga banjir. Status waspada," imbuh Toha. Areal persawahan Desa Nusadadi juga sudah terendam. Pada bagian utara, persawahan seluas 25 hektare dalam waktu sekitar setengah bulan memasuki musim panen. Sementara itu, sebagian wilayah Desa Karanggedang masih dalam kondisi kebanjiran. Debit air juga semakin bertambah. Ketinggian air mencapai lutut hingga paha orang dewasa."Grumbul Clawer RT 1 RW 2 masih banjir," kata Kepala Desa Karanggedang Andri Kusmayadi. (fij/din)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: