Warga Tiparkidul Belum Bisa Manfaatkan Irigasi Tajum
BANYUMAS-Walaupun berada di Desa Tiparkidul Kecamatan Ajibarang, keberadaan Bendung Tajum tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh warga setempat, terlebih bagi petani. Pasalnya, saluran irigasi dan air sungai tidak bisa secara langsung mengairi pesawahan namun harus menggunakan pompa air.
Kepala Desa Tiparkidul Riyanto mengatakan, Bendung Tajum dengan saluran irigasi dalam mengairi 3200 hektar sawah hanya bisa dinikmati secara langsung di wilayah Wangon, Jatilawang dan Rawalo. Untuk Desa Tiparkidul sendiri tidak secara langsung menikmati air irigasi untuk sawah namun harus dengan pompa air.
"Nah ini yang menjadi kendala saat ini karena tidak semuanya kelompok tani mempunyai pompa air karena membutuhkan 14 pompa. Dari 7 kelompok tani baru dua pompa yang direalisasikan. Bahkan untuk menyewa juga terkendala bensin premium yang sudah tidak bisa bisa dibeli eceran. Antri sewa juga lama,"jelas Riyanto saat kunjungan Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Gatot Irianto dan rombongan di Balai Desa Tiparkidul Ajibarang, Minggu (28/8).
Dengan kondisi tersebut, Riyanto berharap, Dirjen PSP Kementerian Pertanian ada alokasi untuk pompa air bagi petani di Desa Tiparkidul. "Wilayah sawah di Tiparkidul adalah tadah hujan, sehingga memang yang mendesak adalah pompa air sehingga setahun bisa tiga kali tanam padi," harapnya.
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Dr Ir Sumarjo Gatot Irianto mengatakan, untuk bantuan pompa air sebanyak 12 unit pompa air langsung direalisasikan. Namun ia memberikan syarat supaya hasil panen dijual ke Bulog.
"Jangan malah hasilnya dijual ke tengkulak. Pompa sudah direalisasikan dan panen harus benar-benar dijual ke Bulog nanti Dandim dan Danramil ikut mengawasi,"jelasnya.
Sementara terkait pendangakalan Bendung Tajum, kepala desa harus memastikan setelah dikeruk tidak lagi ada endapan lumpur. "Kalau saya keruk kemudian muncul endapan lagi tidak akan saya realisasikan. Harus dipastikan dulu dan dijamin setelah dikeruk tidak ada pengendapan," tegasnya.
Usai kegiatan tersebut, rombongan batal meninjau Bendung Tajum karena hujan. Hanya sekitar 34 menit di Balai Desa kunjungan rombongan Dirjen PSP Kementerian Pertanian selesai. (gus)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
