Keris Mbah Kuntjung Dikirab, Banyumas Dikelilingi Energi Positif
BANYUMAS-Senin (16/5) kemarin keris pamor pusaka Mbah Kuntjung dari altar Mbah Kuntjung Klenteng Boen Tek Bio Banyumas dikirab keliling Banyumas menggunakan tandu keris yang disebut dengan joli sembilan naga. Masyarakat Tionghoa meyakini, dengan dikirab keliling Banyumas akan berdampak positif bagi Banyumas. "Keris dari altar Mbah Kuntjung itu memiliki energi positif, dengan dibawa mengitari Banyumas harapannya Banyumas dikelilingi energi positif," kata Pengurus Klenteng Boen Tek Bio Banyumas, Sobita Nanda. Dia menjelaskan, keris di altar mbah Kuntjung dibagi menjadi tiga dan masing-masig memiliki nama sendiri. Keris yang berada ydi tengah bernama Kyai Pulang Geni Cakra Masjidi. Keris yang berada di kanan bernama Kyai Guntur Sing Purbawasesa Mangkubumi, dan yang berada di kiri bernama Kyai Mbah Gondo Aji. "Keris di altar Mbah Kuntjung ada tiga," ujarnya. Akulturasi budaya nampak dalam kirab Senin kemarin. Kirab keris di altar Mbah Kuntjung ini menggunakan cara dari keraton Surakarta. Belasan pengiringpun menggunakan pakaian tradisional Jawa Tengah. Menurut Sobita, akulturasi budaya di Klenteng Boen Tek Bio sudah ada sejak tahun 1996 lalu. "Sudah ada akulturasi budaya di kleteng Bayumas," paparnya. Perpindahan keris dari altar menuju joli sembilan naga dilakukan dengan perlahan oleh pengiring. Sebelum keris tersebut dikirab mengelilingi Banyumas, beberapa masyarakat Tiong Hoa melakukan pai kwie atau sungkeman. Sungkeman tersebut dilakukan untuk memberi penghormatan terhadap budaya leluhur. "Masyarakat Tionghoa melakukan pai kwie sebelum Keris dibawa keliling Banyumas," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

