Petugas Temukan Belasan Korek Api
Razia di Rutan Banyumas BANYUMAS-Belasan korek api gas dan paku dan beberapa amplas serta kayu di temukan di kamar narapidana dan tahanan Rutan Banyumas dalam razia gabungan Polres Banyumas dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Banyumas, Rabu (30/1) kemarin. Kapolres Banyumas melalui Kepala Sub Bagian Pengendali Operasi (Dalops), AKP Isfa Indarto SH MH mengatakan, ditemukan korek api gas, amplas untuk mengamplas batu akik, paku dan beberapa peralatan lain yang tidak diizinkan oleh petugas. Menurut dia, barang-barang yang ditemukan tidak ada potensi membahayakan. Barang bukti kemudian diamankan oleh Polres dan pemilik akan diberi pembinaan. Dia menjelaskan, narapidana dan tahanan yang totalnya 131 orang, negatif mengkonsumi narkoba. "Dari 131 orang yang sudah dicek urine, hasilnya negatif narkoba," jelasnya. Operasi Bersinar dan kegiatan rutin Polres Banyumas dengan 116 personel dan satu anjing pelacak, berlangsung mulai pukul 10.30 dan selesai sekitar pukul 12.00. "Tidak ada gejolak saat mereka kami periksa. Semuanya tertib," ujarnya. Kasi Pemberantasan BNN Kabupaten Banyumas, Kompol Priyo Handoko mengatakan, 131 narapidana dan tahanan yang diperiksa, semuanya negatif narkoba. "Semuanya negatif," ungkapnya. Kepala Rutan Banyumas, Drs Dadang Sudrajat MSi mengatakan, 24 ruang tahanan dan ruangan narapidana termasuk blok wanita diperiksa. Korek api gas yang ditemukan digunakan oleh narapidana dan tahanan untuk merokok. Menurut dia, aturan di rutan tidak boleh membawa korek api gas. Sebab adanya korek api gas dalam kamar narapidana dan tahanan, dikhawatirkan akan disalahgunakan. "Korek api gas dikhawatirkan untuk membakar rutan. Sejauh ini mereka menggunakan korek api gas untuk merokok. Narapidana memang diperbolehkan merokok," jelasnya. Paku yang banyak ditemukan di kamar narapidana, menurut Dadang merupakan bekas gantungan baju. Kayu yang ditemukan dalam kamar napi merupakan bingkai. "Narapidana memang tidak boleh membawa kayu di kamar. Takutnya untuk memukul narapidana lain. Namun yang ditemukan merupakan bingkai hasta karya. Mungkin mereka iseng daripada nganggur," jelasnya. Sedangkan lem yang ditemukan di kamar narapidana, menurut dia merupakan bekas pengeleman paralon di kamar napi. (wah)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

