Berlubang, Tak Kunjung Ditambal
Warga Tanam Pohon Pisang BANYUMAS- Lantaran tak kunjung ditambal, jalan berlubang di Jalan Banyumas-Banjarnegara kilometer satu ditanami pohon pisang oleh warga. Sebab, jalan tersebut dinilai membahayakan pengendara, terutama sepeda motor. Pantauan Radarmas, apabila mobil saling berpapasan, maka salah satu mobil harus mengalah untuk lewat secara bergantian. Mobil yang melaju di ruas kiri, seringkali mengambil jalan ruas kanan karena ruas kiri terdapat lubang. Selain dengan pohon pisang, ada dua lubang lain yang ditutup dengan daun kelapa kering. Salah seorang warga, Indra Sukma (25) mengatakan, jalan tersebut sengaja diberi penanda oleh warga agar pengendara bisa menghindari lubang tersebut. Menurut dia, saat malam hari pengendara tidak bisa melihat ada lubang di jalan. "Malam hari itu gelap, pohon pisang sebagai penanda. Takutnya jalan berlubang bisa membahayakan pengendara sepeda motor. Paling tidak bisa pelan-pelan di jalan itu," ujarnya. Warga lain, Bambang Hadi (49) mengatakan, ada lebih dari lima titik jalan berlubang mulai dari Balai Desa Danaraja hingga pertigaan eks-Karesidenan Banyumas. Lubang jalan sebagian besar berada di ruas jalan bagian selatan. Ukuran lubang bervariasi. Kedalaman lubang diperkirakan ada yang mencapai sekitar 20 sentimeter dan lebar lubang ada yang hampir separuh badan jalan. Menurut Bambang, beberapa bulan lalu sudah ditambal oleh dinas terkait. Sayangnya, belum lama ditambal, jalan kembali berlubang.Warga lain, Toto mengatakan, dia sering menjumpai pengendara sepeda motor jatuh karena lubang jalan tersebut. Menurut dia, truk yang datang dari arah Banjarnegara sebagian besar membawa banyak beban dan mempengaruhi keawetan jalan. "Truknya besar-besar, muantannya banyak. Kalau diperhatikan kerusakan selalu ada di ruas jalan sebelah selatan. Kami berharap jalan tersebut bisa cepat ditambal agar tidak ada yang terluka karena lubang jalan itu," imbuhnya. (wah)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

