Banner v.2

Musim Hujan, Produksi Listrik PLTA Mrica Banjarnegara Lebih Maksimal

Musim Hujan, Produksi Listrik PLTA Mrica Banjarnegara Lebih Maksimal

DIBERSIHKAN : Pembersihan sampah di Waduk Mrica. (DOKUMENTASI) BANJARNEGARA - Hujan yang masih sering turun hingga sekarang, membawa berkah bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica. Volume air yang tinggi ke waduk, dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan. Namun kelestarian alam harus dijaga, agar waduk tidak dipenuhi sedimen dan sampah agar waduk bisa terus menghasilkan listrik. Jika kelestarian lingkungan tidak dijaga, sedimen dan sampah yang masuk ke waduk juga meningkat. General Manager PT Indonesia Power Mrica Power Generation Unit (PGU) PS Kuncoro mengatakan, PLTA Mrica berkapasitas 300 MW. "Kita tetap harus jaga itu karena selain murah, juga ramah lingkungan dan bisa dimanfaatkan sampai seterusnya. Asal lingkungan terjaga," paparnya. Musim penghujan membuat debit air yang masuk ke waduk meningkat. Sehingga produksi listrik lebih optimal. Namun jika lingkungan tidak dijaga, akan mempengaruhi kemampuan waduk dalam memproduksi listrik. "Musim hujan seperti saat ini, kalau tidak jaga hulu sampai hilir otomatis berdampak. Karena kita tahu kontur tanah di Banjarnegara sampai Wonosobo kalau kemarau kering dan kalau hujan kebawa. Makanya kita pakai tanaman sebagai pengaman DAS (Daerah Aliran Sungai), penguat tanah," ungkapnya. Guna mengurangisedimentasiyang masuk ke waduk, dilakukan penghijauan di daerah hulu. Baik penghijauan menggunakan tanaman kopi maupun tanaman energi seperti kaliandra. https://radarbanyumas.co.id/pasang-trash-boom-di-waduk-mrica/ Untuk mengurangi sampah yang bisa masuk ke saluran intake, dilakukan pembersihan sampah secara rutin. Tujuannya agar sampah tidak masuk ke turbin yang bisa merusak komponen turbin. (drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: